Skip to main content

Derma Health's Skin Labs Concentrated Vitamin E Cream

 

hai teman - teman, kembali lagi dengan saya dan urusan review skin care. kali ini lagi - lagi saya ingin membahas produk moisturizer

sebelumnya kalian ingat kan kalau kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. review saya buat sejujur mungkin karena prinsip saya adalah saya tidak ingin menukar rupiah nggak seberapa untuk sebuah kebohongan. kalau mau duit banyak, mending saya kejar lemburan proyek aja. sekian.

Assalamualaikum produk ostrali.....

inilah kesan pertama saya menemukan produk ini. sebuah lotion multifungsi cruelty free keluaran pabrik negeri koala. produk yang menarik perhatian saya karena kandungan vitamin E nya yang melimpah ruah serta mengandung anti oksidan. umumnya dipakai ketika musim winter dan autumn untuk menjaga kulit netizen ostrali agar tetap lembab. namun, seperti yang handai taulan tau bahwa vitamin E adalah secercah cahaya untuk mengatasi bekas luka. yang mana urusan muka, bekas luka bisa diartikan sebagai bekas jerawat.

saya hanya menemukan satu orang skin care enthusiast vlogger Indonesia yang membahas produk ini. bapak - bapak pula. itupun pembahasan nya bukan spesifik untuk produk ini. tapi dibundel bersama dalam satu video dalam konteks rangkaian skin care. kalau saya nggak salah ingat. 

sisanya, tidak satupun blogger asal Indonesia yang menulis tentang produk ini. beberapa ulasan saya temukan dari blogger Malaysia, beberapa yang lain dari masyarakat global. artinya saya nemu blog berbahasa inggris tanpa tau penulisnya berasal dari negara mana. saya cari di female daily pun tidak ada sama sekali yang membahas produk ini.

tapi sebelumnya, mungkin kalian bertanya kenapa saya masih mencari produk moisturizer ?

alasanya adalah, suatu kali saya baca dari mana gitu, kalau moisturizer bening macam aloe vera itu nggak cukup untuk mengunci kelembaban kulit kita. kita butuh pelembab yang punya extra miles untuk meregenerasi kulit kita. itulah kenapa beberapa orang lebih memilih memakai night cream alih - alih mengaplikasikan kompleksitas sepuluh step skin care.

saat membaca tulisan itu memang saya lagi di tahap belum ingin membeli (lagi) essence dan serum. karena setelah dua tahun pakai rangkaian lengkap sepuluh step skin care tanpa skip saya sadar bahwa perang saya urusan kulit itu sebenarnya cuma dua ; wajah kusam dan komedo. 

makanya saya ingin kembali ke basic ; cleansing - hydrating - protecting. sehingga produk skin care saya kurangi menjadi micellar oil, micellar water, face wash, hydrating toner, moisturizer, dan sun screen

sebagai jaga - jaga kalau jerawat saya ngamuk, saya simpan acne spot treatment gel (karena dengan ini aja cukup urusan jerawat saya). sementara urusan wajah kasar akibat sel kulit mati saya antisipasi dengan physical exfoliator.

disinilah pikiran saya terbuka. saya harus banyak invest di produk hydrating (karena cleansing dan protecting yaudah micellar oil, micellar water, face wash dan sun screen saja sudah sangat cukup)

kemudian saya menemukan produk ini. produk yang menurut saya, luar biasa.

saya personally bisa paham kenapa gaung produk ini hampir nggak ada. pertama di negara asalnya ini masuk ke golongan body care, bukan skin care. kedua, core message produk ini adalah tentang melembabkan. bukan memutihkan atau membasmi jerawat. terakhir, produk ini not a cup of tea masyarakat indonesia karena literasi vitamin E adalah tentang mengurangi screcth mark dan mengatasi bekas luka. bukan seperti niacinamide atau salicylic acid yang memang secara jelas menyatakan ampuh untuk memudarkan bekas jerawat dan mengatasi kulit kusam.

secara tekstur, dia nih emang beneran seperti body lotion. nggak ada wangi sama sekali. ketika diaplikasikan ke wajah, teksturnya cepet nge blend namun butuh waktu lama untuk meresap ke kulit. maklum ya, kan barang ini didesain bukan untuk orang South East Asia seperti saya. setelah meresap, terasa gerah karena sangat terasa sekali kalau vitamin E nya bekerja. makanya biasanya saya templokin lagi dengan moisturizer aloe vera biar terasa dingin di wajah.

hasilnya ? 

saya pakai sekitar sebulanan baru kelihatan hasilnya. dia nih bukan yang seperti kebanyakan produk yang saya pakai, yang dalam hitungan hari sudah ketahuan bagaimana efeknya di kulit saya. butuh berminggu - minggu untuk kandungan vitamin E ini bekerja dan memberikan progress signifikan.

hasilnya, tekstur wajah saya rata. karena bopeng adalah ketakutan seorang Faizah Riffat yang sangat hobi memencet jerawat (padahal udah dikasih acne spot treatment). melembabkan iya juga, tapi nggak yang sampai bikin wajah saya berasa "minum" seperti hydrating toner nya Hada Labo yang hyaluronic acid atau memberi efek dingin seperti night cream Some By Mi Yuja Niacin. saya rasa ya karena memang bukan itu tujuan produk ini. dia memang fokusnya ke bekas luka sehingga sudah seharusnya saya lihat dari parameter gimana tesktur wajah saya yang (kadang) gradakan ini membaik setelah memakai produk ini.

jadi, kesimpulan saya produk ini adalah one in a million. produk ampuh untuk mereka yang bersabar. karena dia bekerja untuk progress, bukan untuk impact. apakah saya akan re-purchase ? oh tentu saja ! apalagi kalau promo Buy One Get One. langsung deh saya beli ukuran 200 ml untuk di rumah dan 100 ml untuk dibawa travelling !






Balikpapan, 14 Juli 2021




Faizah -- yang lagi gloomy karena Balikpapan yang gloomy dan suasana kantor yang gloomy


Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.