Skip to main content

Pengalaman Mengikuti IELTS Exam (AC) di Balikpapan



semoga tulisan ini menjadi pengalaman pertama dan terakhir saya ujian IELTS. semoga, hasil ujian yang saya ambil kemarin bisa mengantarkan saya meraih mimpi - mimpi saya yang sudah tertanam sejak hampir dua puluh tahun lalu.

amin.

jadi, akhirnya setelah sekian titik nadir, saya berhasil membayar ujian IELTS paper based test (PBT) di Balikpapan. ada dua jenis ujian IELTS : paper based test dan computer delivered test. di Balikpapan, tidak ada opsi CDT. pun saya memang lebih menyukai IELTS exam versi PBT. karena ujian PBT membuat saya merasakan kembali feel Cambridge International Examination jaman SMA dulu.

baik PBT maupun CDT, sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan. kita kepinggirkan dulu urusan speaking ya, karena baik IELTS CDT maupun PBT sama - sama one on one examination. pengujinya orang dan pertanyaannya serupa coffee shop conversation. jadi tolong ekspektasinya diatur, ujian speaking IELTS CDT nggak kayak ujian speaking TOEFL ibt dimana kamu berhadapan dengan layar komputer dan pertanyaannya membuat kamu merasa seperti kandidat miss universe.

kelebihan PBT ada pada reading dan listening, dimana kertas soal bebas kamu corat - coret semaumu untuk memudahkan kamu menjawab soal. namun, siap - siap pegal karena ujian writing di PBT pun harus tulis tangan. beberapa kandidat malah masih harus menghitung baris untuk memastikan mereka memenuhi standar minimum jumlah kata yang diminta (150 kata untuk writing task 1 dan 250 kata untuk writing task 2). kalau saya, sudah underpressure ini. maka saya hanya pakai feeling aja untuk meraba berapa jumlah kata yang saya tulis.

apa yang menjadi kekurangan PBT menjadi kelebihan CDT. di IELTS CDT, kamu diberi fasilitas word count dimana tidak ada cerita hitung manual jumlah kata. juga, mengetik di keyboard jauh lebih menyenangkan (and less capek) dibandingkan dengan tulis tangan underpressure. namun, of course the CDT comes with drawbacks as well. kata temen saya yang ujian CDT, mereka cukup terganggu dengan suara keyboard karena selain untuk listening section headphone tidak diperkenankan untuk dipakai. juga, section listening dan reading yang kurang leluasa untuk "mencorat-coret" dibandingkan dengan PBT.

jadi kesimpulan saya, baik PBT dan CDT sama aja. semua kembali ke preferensi masing - masing.

oke, sekarang mari bicara ke teknis ujian IELTS modul Academic Training (AC) versi PBT yang saya jalani kemarin.

pertama - tama yang harus dilakukan adalah : bayar ujian dan mengisi formulir. setelah itu, saya menerima email yang berisikan Payment Confirmation lewat email yang saya daftarkan.
        



beberapa saat kemudian, saya juga mendapatkan username dan password untuk mengakses website https://my.ieltsessentials.com/ dimana di sini tercatat dengan detail segala hal terkait ujian IELTS yang kamu ambil. hasil ujian pun akan bisa dilihat terlebih dahulu lewat portal ini sebelum versi hard copy nya ada.





sekarang, mari kita bahas ke teknis ujian.....

ujian saya berlangsung dua hari : Jum'at 28 Januari 2022 dan Sabtu 29 Januari 2022.


The Speaking Test



pada hari Jum'at ujiannya adalah speaking. jadi saya dijadwalkan untuk ujian di jam 14:15 sehingga harus hadir minimal 30 menit sebelum ujian. ujiannya bertempat di lantai 2 kantor iCan Balikpapan. sehari sebelum ujian, saya mendatangi tempat ujian speaking saya untuk menanyakan terkait informasi examiner saya. beruntung, saya dapat informasi kalau examiner saya adalah Mr. Eddie. born in Malaysia but The United Kingdom Native speaker. 

ketika hari ujian speaking, saya dipanggil sesuai jadwal. ketika di ruangan ujian, saya cukup kaget kalau ternyata examiner saya sangat friendly dan ramah. beliau juga yang mengambil foto saya dan data fingerprint untuk kepentingan hasil ujian.

sebelum berlangsung, examiner saya menyarankan saya untuk rileks dan ujian pun dimulai. part 1 saya dapat pertanyaan tentang pet (yang mana pernah saya temukan topiknya di buku IELTS Makkar). part 2 saya mendapat pertanyaan tentang successful business person that I admire (lagi - lagi saya pernah menemukan topiknya di buku IELTS Makkar dan pernah menonton youtube nya IELTS Advantages yang membahas topik ini).

part 3 adalah ujian yang sebenarnya, examiner mengelaborasi topik business di part 2 habis - habisan. saya merasa sekali kalau critical thingking saya diuji sampai limit. saya ditanya mulai dari business school, business trend of young age in my country, value that every successful business person have within theirself, sampai ke retirement trend of employee in my country. sisa pertanyaannya saya nggak ingat tapi yang saya ingat betul adalah saya benar - benar diuji sejauh mana saya bisa memotret realitas dalam cerita saya.

and, those 20 minutes finally end.

Ujian Hari Kedua



bertempat di Jade Room Hotel Swissbell Inn Balikpapan. saya sengaja mengunjungi lokasi ujian seminggu sebelum tanggal ujian. demi menghindari hal - hal yang bisa menambah kepanikan saya. sehingga, di hari ujian saya sudah tau persis dimana parkir, berapa jauh dari parkiran ke bangunan hotel, dimana ruang ujian dan toilet terdekat dari ruang ujian.

ujian dijadwalkan pukul 08:50 dan registrasi dimulai pukul 07:30. saya berangkat pukul 07:00 sehingga sempat berdoa dan menenangkan diri. sampai disana saya harus registrasi dengan menunjukkan identitas asli yang saya pakai saat mengisi formulir dan tanda tangan (sama seperti hari pertama). namun di hari kedua ini, petugas juga mengecek pensil yang saya bawa (pensil HB), memastikan botol minum yang saya bawa masuk ke ruang ujian tidak berlabel, dan menunjukkan dimana saya bisa menitipkan tas dan jam tangan saya. karena sama halnya seperti hari pertama, tidak boleh membawa tas, pencil case, handphone, dan jam tangan (baik digital maupun analog).

ternyata, pengawas ujian adalah examiner speaking saya di hari pertama. wow, entah mengapa kenyataan ini membuat saya emotionally secure. selanjutnya pengawas ujian kembali mengambil data fingerprint saya ujianpun dimulai.


Listening Test


ujian listening kali ini pace nya benar - benar cepat. bahkan dibanding modul yang saya pelajari (IELTS Cambridge 16) pun masih lebih cepat ujian ini. pace kecepatan bicara speakers nya persis seperti ketika saya mendengarkan BBC sound. part 1 speakersnya beraksen British, dan sisanya beraksen Australian.


Reading Test


ada 3 passage dan semuanya panjang. beruntung, saya mendapat tips dari youtube IELTSFastTrack dimana saya mendahulukan pertanyaan yang menunjuk spesifik paragraf, lalu melanjutkan dengan pertanyaan resume paragraf, dan terakhir pertanyaan true/false/not given. dengan strategi itu, Alhamdulillah waktunya cukup dan saya nggak keteteran. jadi urutan saya mengerjakan itu nggak urut, pertanyaan nomor 31-35 saya jawab duluan karena menunjuk spesifik paragraf sehingga saya bisa kill the time. lalu saya lanjutkan menjawab 36-40 karena masih di passage yang sama dengan pertanyaan 31-35. selanjutnya saya mengerjakan 15-20, lalu nomor 1-10, dan terakhir 26-30.


Writing Test - The Final Stage


part ini adalah hardest part dimana saya harus menulis tangan, merencanakan essay, dan menarasikan data dalam waktu satu jam under pressure. seperti halnya reading test, pengawas ujian akan mengumumkan waktu ujian sisa : 40, 15,10, dan 5 menit. sehingga saya memutuskan untuk mengerjakan writing task 2 terlebih dahulu, waktu yang ada benar - benar saya maksimalkan. saya menahan diri untuk tetap melakukan proofreading sampai pengawas ujian mengumumpan 20 minutes left. right after that, saya langsung taruh writing task 2 dan saya dan benar - benar fokus mengerjakan writing task 1. karena sudah under pressure, saya merasa sekali kalau saya belum maksimal, meski sudah melakukan yang terbaik. beruntung, saya masih sempat proofreading sampai akhirnya waktu habis dan ujian selesai.

meski saya tau ujian saya tidak sempurna, tapi saya masih bersyukur saya selesai menjawab seluruh soal.



Overall, It was Exhalirating Experience


saya benar - benar mengerti arti uang jutaan rupiah yang saya bayar untuk ujian IELTS ini. sebuah pengalaman mengikuti International Examination yang nggak mudah saya lupakan. pengalaman kelas dunia yang menjadi gerbang awal pengalaman - pengalaman lain di level yang sama.

akhirnya, seperti yang saya sampaikan di awal tadi. saya hanya ingin ini menjadi pertama dan terakhir. sekali ujian dan langsung lulus, karena saya keberatan kembali belajar dan menghadapi pressure yang sama. I really anticipate to another challenge rather than this one.  

finally, di hari - hari terakhir saya di Balikpapan ini, saya amat sangat berharap hasil ujian yang saya ambil di kota ini menjadi penutup manis kepergian saya.

mohon diaminkan ya guys.




Balikpapan, 1 Februari 2022




Riffat Akhsan, - (Lunar) New Year,  New Journey, New Milestone





Comments

  1. Thank a lot Kak Riffat untuk sharing perihal tes IELTS ini, kebetulan pas lagi mencari pengalaman-pengalaman perihal test. Saya telah membaca postingan mengenai resource gratis pula, terima kasih untuk itu. Daaan semoga hasil tes kakak mendapatkan yang terbaik :D aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you so much for visit and give me a comment :)

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...