Skip to main content

Mencicipi Manisnya "Wine" Belimbing

 

Bang Heri, pemilik kedai kopi estiqomah yang legendaris.


dulunya bekerja sebagai staff non-medis di salah satu Rumah Sakit swasta di Kota Bontang. kemudian memutuskan untuk mengejar passion nya dalam urusan minuman (kopi dan minuman fermentasi) yang 100% halal. tentunya setelah terkumpul cukup modal dan dana darurat.


tahun ini Bang Heri melebarkan sayapnya. tidak hanya sebatas mencampur kopi dan mocktail di belakang bar. kini, Bang Heri merambah manufaktur kopi (coffee roastery) dan membuka slowbar yang memungkinkan pengunjungnya bisa bercakap dan mengenal lebih jauh tentang kopi dan minuman fermentasi.


ketika berkunjung dan bertemu Bang Heri, alih-alih berkontemplasi bersama kopi, saya lebih suka mencoba berbagai minuman fermentasi eksperimen Bang Heri.

yang kita sebut saja wine. karena prosesnya begitu.

sebelum mencicip manisnya wine belimbing, saya sudah pernah mencoba wine kulit nanas dan wine anggur tentunya.

namun, si Belimbing menjadi favorit saya.


bagi saya, belimbing bukanlah buah yang bisa "dinaikkan" kelasnya selain untuk rujak. namun, Bang Heri berhasil membukakan mata saya bahwa ternyata, belimbing memiliki kemurnian rasa manis yang unik.

manis yang menyegarkan.



namun kembali ke namanya Kopi Estiqomah Slowbar Roastery. jadi memang pemandangan tempat ini adalah coffee manufacture. tempat yang cozy dan full AC membuat kamu bisa bebas membaca atau bertanya kepada Bang Heri tentang kopi dan proses fermentasi.




jika kamu ada waktu, cobalah sekali-kali mengunjungi tempat ini. niscaya, kamu akan pulang membawa ilmu dan relasi baru.




Bontang, 21 Desember 2022




Riffat Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...