Skip to main content

Jalan Panjang Menuju Boston

sumber: bu.edu

semua bermula dari saudara kembar saya, Fatimah. kala itu, setelah lebaran Idul Fitri 2022 ia mudik ke rumah nenek bersama adik saya Fuad dan Abah saya. saya sengaja tidak ikut karena akan menemani umi yang ujian proposal disertasi di waktu yang sama.

di rumah nenek, Fatimah melakukan video call dengan kakak sepupu kami. kakak Azmi, yang ibunya merupakan kakak dari Abah. percakapan berlangsung hangat melalui iPhone mama haji. begitu kami memanggil ibu dari kakak Ami. cerita berlanjut ke kakak Ami yang mendoakan agar saya dan Fatimah bisa lanjut master di negeri Paman Sam. doa kakak Ami diaminkan Fatimah dengan jawaban bahwa ia ingin sekali kuliah di Boston.

tak dinyana, terkuak bahwa kakak Ami yang merupakan dosen tetap di University of Saskatchewan dan telah menjadi Permanent Resident di Canada lebih dari satu dekade itu baru saja menyelesaikan Post Doctoral nya di Harvard Law School. almamater yang diincar oleh saudara kembar saya.

ya, Fatimah sangat ingin berkuliah di Harvard Extension School dengan mengambil konsentrasi Industrial-Organizational Psychology Master's Degree Program. 


sumber: bu.edu

lalu, mengapa tiba-tiba Boston University ?

sudah lama saya ingin kuliah di Boston. namun terus terang, terkendala jarak karena saya inginnya 100% Full Online dan hanya ke Boston saat Graduation Ceremony saja. saya sadar pekerjaan saya tidak bisa di-hold. apalagi beberapa perusahaan masih seumur jagung sehingga tidak ada pilihan untuk pergi. 

masih segar di ingatan saya; Massey University, Auckland University of Technology, dan University of Canterbury, serta University of Birmingham menawarkan full offer untuk posisi master pada saya yang dengan menyesal harus saya tolak. alasannya apa lagi kalau bukan karena posisi saya yang tidak bisa meninggalkan Bontang.

***

lama saya terpekur dalam duka gagal berangkat sekolah ini. sampai akhirnya Fatimah bercerita pulang mudik. yang cerita tersebut membangkitkan lagi semangat dan mimpi saya untuk lanjut sekolah master.


sumber: bu.edu

saya lalu kembali membuka akun edX saya yang berdebu. rutin mengikuti course dengan topik yang saya sukai. lalu suatu hari di Minggu pagi saya terpana. Boston University Questrom School of Business menawarkan program Online MBA yang sangat terjangkau untuk ukuran top school.


sumber: edX

kekhawatiran saya selanjutnya adalah tentang GMAT/GRE. namun ternyata syarat ini opsional bagi program yang saya pilih. karena kebetulan, latar belakang pendidikan sarjana saya adalah Teknik Sipil. saya rasa hal ini sudah cukup menunjukkan qualitative aptitude saya. 


sumber: edX

hal selanjutnya yang membuat saya yakin adalah: program yang saya pilih memberikan kepastian untuk bisa menghadiri wisuda di Boston. satu kemewahan yang menjawab mimpi saya ingin wisuda di "taman".


sumber: bu.edu

berikut adalah rincian tuitition fee untuk program yang saya pilih. 

sumber: bu.edu

lantas saat ini Faizah berada di tahap mana ?

seseorang bercerita pada saya pengalamannya apply master di Boston University memakan waktu selama tiga tahun (karena program dia offline dan dia ikut beasiswa LPDP). saya berharap saya memiliki persiapan antara 1 - 2 tahun dari saya menulis postingan ini. 

saat ini saya masih menyiapkan uang kuliah karena saya bayar sendiri. kemudian saya juga sedang riset untuk menyiapkan essay yang mungkin butuh waktu 6 bulan sendiri. selanjutnya saya mungkin harus mengambil re-take IELTS. sisanya adalah saya harus re-polishing berkas-berkas admissions.

untuk berjalan lebih dekat ke mimpi saya, saat ini saya fokus melecut diri saya untuk menyelesaikan berbagai course gratis di edX untuk membangun habbit ketika nantinya saya sudah mulai kuliah. sekalian juga untuk memberikan foundation knowledge biar nanti pas kuliah saya nggak kaget-kaget amat.

anyway, jalan saya masih panjang. semoga tulisan ini menjadi doa dan afirmasi nyata atas mimpi lanjut master di Negeri Paman Sam. semoga Allah takdirkan mimpi saya tercapai. juga Allah berikan keberkahan dalam menjalani sebelum, sesaat, dan sesudah kuliah.

terima kasih sudah membaca. semoga bermanfaat.




Bontang, 15 Januari 2023




Faizah Marifah








Comments

  1. Aamiin, semoga rencana studi impian Kak Faizah dijabah dan selalu ada kemudahan di perjalanannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak, semoga semua doa mbak Umi selalu diijabah dan diberi kemudahan

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...