surabaya

17 September



beberapa minggu terakhir hidup saya berlalu dengan sangat cepat, lompatan antar kejadian terjadi secepat angin hingga rasanya saya tidak bisa benar benar merunut, apa yang sedang terjadi di hidup saya sekarang ?

sabar dulu, sabar. biarkan saya inhale and exhale sambil merunut kejadian pindahan saya satu persatu.

saya resign dari perusahaan IT
yak, berawal dari saya resign dari perusahaan IT yang ituh dan kemudian dua bulan saya di rumah Bontang dengan kegiatan makan-tidur-shalat-internetan-nonton korea-jalan jalan ke Bontang kuala

dengan gratis, alias dengan sokongan dana penuh dari orang tua saya....

tawaran untuk kembali ke perusahaan di Kaltim dan menangani proyek konstruksi
umi saya waktu itu sempat nyelatu "kak kamu ngantor kek ke proyek gitu daripada tidur tiduran nonton korea gitu"

tidak lama setelah itu abah saya tanya tanya kalau ada kesempatan ngawasin proyek Bendungan di daerah Kutai Timur kira kira mau nggak ? ya nggak harus tiap hari stand by di proyek, paling nggak seminggu sekali lah ngecek laporan mingguan.

ya contoh kayak di Rantau Pulung, sebuah kecamatan nun jauh di utara Kota Sangatta yang dari Bontang hanya bisa ditempuh dengan perjalanan darat paling singkat tiga hari perjalanan.

trus saya mikir mikir, ya emang passion saya di konstruksi sih. saya juga masih muda, belum kepikiran buat nikah pula. menghandle proyek konstruksi di Kalimantan Timur kayak lebih ngasih value aja gitu rasanya di hidup saya. sebuah personal achievement yang saya sendiri nggak bisa ungkapin persisnya bagaimana. ini soal rasa.

kartu AS yang membuat saya mantap mencoba hal baru adalah statement orang tua saya "kak,  kamu sudah sepuluh tahun lho di Jawa Timur nggak kangen deket deket rumah aja ?"

ditambah dengan statement mutlak dari guru spiritual keluarga kami "kembar pindah aja, pindah kuliah di Samarinda. sekalian bantu perusahaan di sini. dekat rumah, nggak terlalu khawatir lagi orang tua"

dan kemudian di akhir agustus saya resmi pindah kuliah dari Surabaya ke Samarinda
saya cuma dikasih waktu satu minggu untuk urus berkas pindahan, ngepack barang, sekalian bertemu dengan beberapa teman dekat untuk pamitan.

satu minggu terhectic sepanjang hidup saya, ke kampus urus berkas - ke kopertis ngajukan berkas - ke pasar wonokromo cari kardus dan plastik pak pak an - di rumah misahin barang mana yang harus dilego mana yang harus dinaikin kargo dan mana yang harus dibawa secepatnya masuk dalam bagasi pesawat dengan risiko seefisien mungkin biar nggak overweight - balik lagi ke kampus minta tanda tangan pejabat rektorat - ketemuan sama temen temen sekalian makan bareng - pulang ke rumah ngepack barang - ngelego barang - jual kendaraan - cek cek in perusahaan kargo teraman termurah yang bisa nganterin barang saya sampe rumah - nangis karena udah banyak banget kenangan di surabaya - nyempatin makan dan datang ke tempat tempat yang kemungkinan besar nggak akan lagi saya datengin sebagai turis di waktu mendatang

dan akhirnya mendarat dengan selamat di Balikpapan setelah sebelumnya ketahuan overweight bagasi yang saya dan Fatimah akalin dengan nawarin check in kan penumpang pesawat yang sama yang kebetulan nggak bawa bagasi.

bolak balik Samarinda - Bontang udah kayak setrikaan untuk akomodir persiapan kuliah 
saya kayaknya udah qualified deh jadi supir travel Samarinda - Bontang PP karena saya yang sudah hapal segala lobang dan jalan amblas serta bagaimana caranya tetap tenang mengendalikan setir di daerah gunung menangis yang mana terkenal dengan jalur neraka karena elevasi gunung tersebut yang sangat curam, 85 derajat.

nggak tau deh energi dan stamina darimana saya sanggup menempuh 120 kilometer jalur Samarinda - Bontang. dua hari di Samarinda, empat hari di Bontang, trus ke Samarinda lagi seminggu, trus balik lagi ke Bontang tiga hari.

gitu aja terus sampe air sungai mahakam kering.

kalau ditanya, punya dopping atau apa gitu kok kuat jalanin kenyataan ini ?

jawabannya cuma satu : tolak angin yang warna kuning.

terima kasih Sidomuncul, telah mempersembahkan tolak angin untuk dunia.

orang pintar minum tolak angin, bukan yang lain.

*tsaaah* sungguh ini bukan postingan berbayar.

apakah ritme PJKA a.k.a pulang jum'at kembali ahad adalah gaya hidup baru saya ?

menurut ngana ? kayaknya enggak deh. remuk badan urang.

dan urusan kampus di Samarinda masih berlanjut dengan konversi dan segala dramanya
akhirnya orangtua saya mengeluarkan warning "udah sebulan sekali aja pulang ke Bontang. stay aja sudah di Samarinda"

dengan segala pertimbangan, saya memutuskan sudah waktunya saya mengenal dan explore tempat baru dimana saya kuliah dan bekerja saat ini.

kesasar sasar sampe ntah kemana, mengenal dimana saya harus fotocopy bahan kuliah, dimana tempat makan murah enak dan nyaman, dimana ngemall yang asyik, dimana diskonan barang branded super murah.

yang akhirnya menginspirasi saya untuk mulai menuliskan seri : KALAU KE SAMARINDA MAU KEMANA ?

soon, saya janji untuk lebih banyak menulis tentang bumi etam, bumi dimana saya lahir dan besar. bumi dimana saya kembali meresapi rasa bahasa banjar yang memang menjadi identitas kesukuan saya, kembali mencecap asa "bubuhan dan kakawalan" yang hilang selama sepuluh tahun kebelakang.

dan menyadari sepenuhnya : bahwa saya putri kaltim yang kembali dan akan mengabdi ke pelukan bumi etam.

lembaran baru kisah hidup saya dimulai disini dan saya berjanji blog ini akan menjadi saksi tulisan tulisan saya tentang apa yang saya lihat dengar dan rasa di bumi etam ini.

pindahan saya memang mendadak, tapi saya yakin tuhan mau saya kembali untuk kembali bersinar dengan identitas asli rasa budaya saya.

selamat menikmati tulisan tulisan baru saya tentang Kalimatan Timur ya :)



Samarinda, 17 September 2016



Riffat Akhsan

08 June


sudah lama saya nggak ngeblog, kangen juga ternyata.

selama nggak ngeblog trus ngapain ?

makan, tidur, kerja, belajar, pacaran (harus banget ini disebutin), mengamati tingkah laku alam dan manusia.

tentang blog, semakin kesini saya semakin belajar bahwa saat ini menulis blog untuk diri sendiri adalah sebenar benarnya hadiah untuk diri saya sendiri.

diluar sana banyak yang periuk nasinya berasal dari blog, bekerjasama dengan advertiser dari berbagai brand dengan segmen tertentu, mereka yang berharap mendapat rezeki dari buzzing dari sosial media dan sebagainya.

tapi ternyata saya bukan mereka.

siapa yang tidak bahagia mendapat rezeki dari hobby ? semua bahagia. tapi ketika ada konten "rezeki" dari segala kanal termasuk "hobby", saya tau disana ada tanggung jawab.

dan saya menolak untuk bertanggung jawab (lagi) bahkan dari kanal yang set my soul free.

saya sudah cukup dengan rezeki dari pekerjaan saya, biarlah blog ini benar benar kanal untuk saya dan diri saya sendiri. dimana saya menulis sesuai gaya saya, pemikiran saya, dan pandangan saya.

untuk yang tidak setuju silahkan menulis di kanalnya masing masing.

ada sebuah kebahagiaan ketika saya menulis suka suka saya, mau pakai foto atau tidak terserah saya, mau berapa karakter terserah saya, mau postingan berlanjut sampai part sekian juga terserah saya.

karena setiap orang memiliki kanal ekspresinya sendiri sendiri.

oke balik ke judul awal.

tidak seperti tahun kemarin yang ramadhan saya banyak dihabiskan on site di proyek konstruksi, tahun ini saya banyak di kantor : mengurusi berkas administrasi proyek, membuat dan merevisi penjadwalan proyek, mengecek proggress report, membantu cost control dalam pengendalian mutu waktu dan biaya.

intinya tahun ini tidak seperti tahun kemarin.

kalau tahun kemarin saya sering buka puasa di proyek, tahun ini hampir setiap hari saya buka puasa di masjid kampus. tentu suasananya jauh berbeda.

ada hal hal yang saya temukan di tahun ini yang tidak saya temukan di tahun kemarin, apa saja itu 

1. pengelolaan takjil yang antik

tahun kemarin saya sampai di kampus cenderung ketika jamaah maghrib di kampus mau selesai, kalau tahun kemarin saya jarang mendengar adzan maghrib dan berbuka puasa di kampus, berbeda dengan tahun ini. tahun ini saya bahkan sudah sampai di masjid kampus sepuluh sampai dua puluh menit sebelum adzan maghrib berkumandang.

ternyata takjil kampus dikelola oleh remaja masjid yang menamakan dirinya UKM agama islam ? entah saya kurang paham. mereka adalah para ikhwan dan akhwat bercelana cingkrang dan bejilbab panjang nan berkibar yang kalau shalat cukup memakai bawahan mukenah.

dan mereka selalu merendahkan kami kami yang tidak berjilbab seperti yang mereka pakai melalui sorot mata.

begitu adzan berkumandang, mereka sebagai pengelola takjil menikmati takjil duluan sambil ngobrol ngobrol. setelah dirasa kenyang baru takjil tersebut dibagikan kepada kami kami yang juga berbuka di masjid.

tentu saja dijawab dengan "terima kasih, kami sudah kenyang. kami sudah bawa takjil sendiri kok"

ibarat pahlawan, para pengelola takjil masjid kampus saya adalah pahlawan kemaghriban.

setelah acara bagi bagi takjil tapi telat ini selesai kemudian kami shalat maghrib berjamaah. jadwalnya sih habis shalat kita bakal dibagikan kotakan sebagai salah satu fasilitas kampus.

ketika saya dan rusma mengantri untuk menerima kotakan, kami ditanya "mbak ini jatahnya 2 kotak untuk tiga orang. kalau mbak mau dapat kotakan mbak harus cari temen satu lagi"

sejak hari pertama ramadhan, saya, rusma, dan teman teman lain memutuskan untuk TIDAK LAGI MAU TERLIBAT URUSAN PERTAKJILAN DI KAMPUS.

lebih baik tidak berharap, toh kami masih mampu beli takjil di luar, yang semoga lebih berkah daripada takjil gratisan dari masjid kampus.

berdasarkan apa yang saya pelajari di pondok dulu, kitab kitab kuning tentang adab mengajarkan bahwa hendaknya panitia pengelola takjil mendahulukan mereka yang berbuka dengan membagikan takjil lebih dulu sebelum menikmati takjilnya sendiri.

tapi saya tau pengelola takjil kampus sangat pintar, wong ulama sja mereka abaikan dengan menggali hukum langsung dari sumber aslinya (Al-qur'an dan hadist) dan serta merta menuding muslim lainnya kafir.

2. mendekati jam buka puasa, semakin banyak orang marah di jalan

klakson, saling serobot, menggusur tempat parkir secara serampangan, membentak penjual takjil dengan kasar karena minta dilayani cepat, membeli makanan jauh dari yang sanggup dimakan.

saya jadi bertanya, bukankah lapar memang seringkali memicu amarah. tapi karena itu kan puasa menjadi ujian ?

apakah iya banyak orang yang tidak ikhlas atau bahkan tidak bahagia dengan hadirnya bulan ramadhan ?

3. semakin banyak statement di sosial media yang berujung tudingan.

sok tau, berbicara tanpa tau kapasitas diri, menuding beramai ramai dengan circle sendiri, merasa punya panggung. sosial media membuat mereka yang (ngakunya) berpuasa  tidak benar benar mengerti bagaimana caranya menahan hasrat untuk membenci. diluar menahan lapar dan haus, ternyata mereka tidak menahan apapun.

4. introspeksi diri hanya untuk mereka yang sempat berkontemplasi

ramadhan datang, bagi mereka yang mengerti energi terasa betapa dahsyatnya kekuatan bulan suci ini. ada hal hal yang bersifat metafisika yang sangat sulit dijelaskan lewat logika, tapi itu ada. beruntung mereka yang sempat berkontemplasi cepat tanggap instrospeksi terhadap apa yang dilakukan sebelas bulan lalu.

ada alasan kenapa warung harus tutup ketika bulan ramadhan, demi menghormati bulan suci ini.

saya coba gambarkan secara mudah : ketika bulan ramadhan dan ada warung yang buka, mereka yang berpuasa akan cenderung menjauh dari warung tersebut. nah mereka yang menjauh ini kan jumlahnya tidak sedikit. jumlah yang tidak sedikit ini memancarkan sinyal kuat ke semesta, sinyal berupa "menjauh dari warung" ini di boost oleh energi dashyat ramadhan. efeknya dalam sebelas bulan kedepan warung tersebut akan cenderung sepi pembeli.

bisa dilogika kan ?

untuk mereka yang nyinyir, tentu saja warung tutup adalah gambaran umat muslim yang manja

5. ramadhan hanya untuk mereka yang bersyukur, bukan untuk mereka yang merugi.

berpuasa nyatanya untuk merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang memiliki finansial terbatas sehingga hanya bisa makan sekali sehari atau bahkan tidak makan sama sekali. well sebelas dua belas sama apa yang dirasakan mereka yang workaholic dan sering lupa makan sih.

yang terjadi adalah, berpuasa adalah ajang kulineran untuk buka puasa. membeli makanan sampai mubazir, membeli minuman sampe mubazir, buka bersama di mall sambil ngobrol asyik hingga tidak shalat maghrib, isya dan tarawih. nggak sempat dzikir karena mengejar THR dan bonus kantor, nggak sempat tadarus karena jam kantor mepet.

dan ketinggalan lailatul qodar karena kena macet di tol.

lha terus sisi bersyukurnya dimana ?

saya juga bukan orang yang alim alim banget, tapi saya kok berpikir kalau rugi banget kita nggak memanfaatkan ramadhan minimal untuk menata kalori makan kita *tsaaah dengan berbuka dengan porsi cukup bukan porsi nafsu.

ini saya terapkan dengan memaksa diri tidak minum es waktu berbuka dan hanya meminum air  putih sebagai gantinya karena makanan takjil saya sudah manis manis.

hasilnya lumayan, amandel saya nggak kumat. padahal setiap ramadhan saya harus berperang antara minum es atau siap siap beli obat nyeri telan.

makan secukupnya (kalau kue cukup 2 - 3 buah) sukses membuat saya tidak ngantuk menjalani tarawih. ini kemajuan karena kegalauan di tahun tahun sebelumnya : lebih mending tarawih dalam mimpi atau tarawih di masjid.

tapi trus kelar tarawih diajak jajan martabak sama si kokoh *kraiiiiii* #KapanAkuKurus

bersyukur menyadari bahwa ternyata perut saya tidak segitunya mampu menampung makanan dan minuman yang terlihat enak dan lucu.

bersyukur betapa tuhan sudah begitu adil dengan memerintahkan ibadah puasa untuk memunculkan empati kepada mereka yang finansialnya dibawah saya.

bersyukur yang bangunin sahur bukan alarm, tapi chat di instant messenger yang ternyata efeknya kurang lebih.

bersyukur untuk waktu kontemplatif yang memunculkan keyakinan untuk berdoa karena tuhan maha mendengar.

bersyukur untuk kesadaran kesyukuran di ramadhan tahun ini.

selamat menunaikan ibadah puasa




Surabaya, 8 Juni 2016



Riffat Akhsan

11 February

saya adalah mbak mbak yang super males naik taksi burung biru dan bangsanya karena untuk kantong saya itu masih terlalu mahal, kemudian saya baru benar benar percaya uber masuk ke Surabaya melalui promo code yang dikasih rekanan saya.

wah pucuk dicinta nikahpun tiba !

lalu saya mencoba sign up via iPhone, saya download uber dan register lewat sana, dan nomor mandiri debit saya ditolak. meskipun tutorial register uber dengan kartu debit mandiri masih sangat sulit dicari di internet, tapi saya nggak hilang akal, saya coba sign up via web dan BERHASIL.

berikut tata caranya.

masuk ke www.uber.com


Klik "Start Riding with Uber"


"isi account email dan password" (memang ada pilihan masuk via facebook dan google plus, tapi pengalaman saya paling mudah via manual isi email dan passwordnya)


"isi profile nama dan nomor telepon, untuk indonesia kode area adalah +62"

nah, ini yang paling penting. DI KOLOM CREDIT CARD NUMBER ISIKAN 16 DIGIT PERTAMA NOMOR KARTU DEBIT MANDIRI ANDA YANG ADA AUTHORIZED TANDA TANGAN (BAGIAN BELAKANG) KEMUDIAN CVV ISIKAN TIGA NOMOR TERAKHIR NOMOR DEBIT CARD MANDIRI ANDA.



expiration date ada di kartu mandiri debit anda sebelah depan, postal code digunakan kode pos tempat anda apply kartu debit.

ADD PROMO CODE uberRiffat22 untuk dapat free  Rp.75.000,00 (selama belum expired ya)

kemudian klik create account 

setelah itu nanti ada konfirmasi via email dan nomor telepon.

di bagian validation payment, scan foto bagian belakang kartu debit anda untuk kemudian klik submit.

selesai.

pengalaman saya, kalau pake mandiri debit dan apply via iPhone seringnya ditolak karena mereka membaca as a credit card. tapi itu sih pengalaman saya, mungkin ada yang tidak seperti saya. ya emang jodoh kali ya saya sign up via web :)

meskipun saya sign up dengan debit, kenyataannya saya selalu bayar cash :) kalau nggak ada menu cash di "add payment method" kamu bisa kok diskusi sama supirnya, mereka helpful banget.

banyak mereka yang bahagia memakai jasa uber karena konsep cashlessnya, tapi saya yang nggak punya credit card ini seneng seneng aja kok bayar cash.

semoga uber selalu mempertahankan budaya transportasi mudah, murah, dan nyaman ini.

selamat mencoba :))






Surabaya, 11 Februari 2016




Riffat Akhsan, yang lagi lucu lucunya kemana mana naik uber. 

07 February


surabaya, masih menyimpan sejuta Pesona.


saya masih tidak menyangka dibalik gerai resto Internasional, apartemen dan perkantoran supermewah, sejarah panjang kota tua multietnis, saya masih dikejutkan dengan pesona di pesisir timur Surabaya. dimana saya bisa menyusuri sungai di ujung Gunung Anyar dan berakhir di Selat Madura.



"monggo mbak" sapa petani tambak pada saya, berdasarkan cerita nahkoda kapal, mayoritas masyarakat asli gunung anyar berprofesi sebagai petani tambak, mereka membuka lahan jauh dari keramaian, dan satu satunya akses menuju tambak adalah dengan kapal.




Gunung Anyar baru menjadi daerah yang diperhitungkan semenjak Bandara Internasional Juanda dipindahkan dari timur ke selatan sehingga para pengembang mulai membidik kawasan Gunung Anyar sebagai salah satu daerah potensial investasi di sektor properti.




saya hanya tidak menyangka, hanya berjarak beberapa kilometer dari bandara tersibuk kedua di Indonesia, dimana masyarakat Surabaya menjadi salah satu penentu arah ekonomi dunia dengan properti, bisnis dan segala aset mereka di dalam maupun di luar negeri terdapat daerah yang masih begitu perawan dimana saya bebas menyaksikan berbagai spesies burung dan monyet berkeliaran di alam bebas. sayang, saya hanya mengabadikan mereka dengan kamera ponsel yang hanya bisa memotret semampunya.




pelestarian mereka menjadi tugas kita semua, setidaknya berkunjunglah untuk menyadari bahwa hidup juga butuh keseimbangan.






Surabaya, 7 Februari 2016




Riffat Akhsan

30 November

Sumber Gambar

hari Ahad pagi, ketika mayoritas warga Surabaya masih berselimut mimpi, (sementara saya harus berangkat survey jalan raya) publik Surabaya dikejutkan dengan insiden mobil sport mewah Lamborghini Gallardo yang melaju kencang kemudian menabrak rombong STMJ dan menewaskan satu orang serta dua orang lainnya patah tulang.

kejadiannya di jalan yang saya lewati setiap hari, manyar kertoardjo lurusannya jalan kertajaya. (yang ada gramednya itu lhooo)

kejadian shubuh shubuh ini menghebohkan publik Surabaya. pertama karena mobil yang ringsek adalah mobil mewah seharga lima milyar yang nggak tiap hari kita liat, kedua aksi ini disebabkan oleh perilaku balapan liar dengan mobil yang nggak kalah mahalnya ferrari yang kemudian berujung pada pembunuhan. (karena ada korban tewas) dan sebagai pelengkap informasi kecelakaan, pelakunya masih seumur dengan saya.

hari minggu linimasa masih nggak terlalu heboh, namun ketika hari senin, ketika beberapa media nasional memberitakan insiden ini, publik heboh, on fire, cetar membahana, komentar komentar nyinyir dan sinis berseliweran tiap detik, analisa hukum para pakar wannabe bermunculan yang semakin panas karena menuai banyak retweet dan komentar.

tapi saya menangkap sebuah kedengkian nyata dalam insiden ini.

kalau saja yang menabrak adalah sebuah sepeda motor butut tua dengan pengemudi adalah seorang laki laki renta tentu ceritanya akan berbeda.

kalau saja yang menabrak adalah lyn jurusan keputih joyoboyo ceritanya akan berbeda, begitu pula kalau harga mobil yang menabrak hanya seharga seratus dua ratus juta. beda lagi ceritanya.

ada beberapa hal yang menurut saya melatarbelakangi hebohnya nyinyiran untuk pelaku lamborghini ini.

pertama, karena mayoritas yang nyinyir ini adalah kaum adam. maka bisa saya simpulkan kalau mereka pengen punya mobil sport seharga milyaran rupiah juga, sayang takdir cuma kasih mobil harga seratus dua ratus jutaan, itupun harus nyicil sekitar lima tahunan.

kedua, umur si pelaku yang masih seumur saya menunjukkan bahwa si pelaku terlahir dari keluarga super kaya yang mendukung ia sukses di usia muda.

ketiga, insiden ini berawal dari sebuah balapan liar antar supercar yang semakin menegaskan jurang antara si kaya, dan si pengen kaya. aksi balapan liar adalah pakem untuk kaum hedonis kelas atas. sekedar informasi Lamborghini Gallardo yang menabrak rombong STMJ ini keluaran tahun 2012 dan mampu mencapai kecepatan diatas 100 km/jam dalam waktu 3,4 detik.

respon masyarakat ini adalah akumulasi dari kedengkian akibat kecemburuan sosial elemen masyarakat, mari kita fokus saja pada substansi masalah. siapapun pelaku tabrakan hingga menewaskan nyawa seseorang adalah tindakan kriminal. terlepas apapun kendaraannya.

ada beberapa ungkapan nyinyir terkait penyelesaian hukum insiden ini, komentar seperti "mobil semahal itu aja bisa dia beli, hukum pastilah kecil bagi dia atau "nyawa pembeli STMJ lebih murah dari lamborghini"

padahal, kita nggak tau apa yang sebenarnya terjadi, apa yang harus si pemilik lamborghini tanggung, apa masalahnya, apa yang dia perjuangkan, apa perih dan luka yang harus dia tanggung, apa penolakan yang dia hadapi, dll tuhan itu adil. kita saja yang terlalu dengki sehingga hanya melihat sisi lebihnya ia dan kurangnya kita.

buat apa sih berkomentar seperti itu ? toh si pelaku juga sudah ditahan, perkara bagaimana endingnya biar hukum yang berbicara. tidak perlulah kita membuang energi berlebihan untuk mengomentari kejadian yang kita tau hanya berdasar informasi yang beredar.

prihatin itu wajar, tapi kalo nyinyirnya berlebihan ya ruginya ke diri sendiri lah.

jangan terlalu nyinyirlah, makin kelihatan dengkinya.

renungan awal pekan, jum'at masih lama bro. hari libur nasional karena pilkada serentak juga masih sembilan harian lagi. simpan simpanlah energi untuk bertahan menghadapi hari.






Surabaya, 30 November 2015





Riffat Akhsan

21 November


pasar bunga kayoon adalah salah satu pasar yang istimewa di hati saya. pasar ini menawarkan kedamaian hati dan ketentraman jiwa di tengah perputaran metropolis Surabaya dengan cara yang mudah dan murah.


waktu saya masih SMA, saya bermimpi untuk suatu hari jika saya menikah, pelaminan saya dan full dekor ruangan semua harus dihias bunga hidup, tidak ada cerita bunga plastik. pokoknya seluruh tamu undangan dan saya yang dipajang di pelaminan harus merasakan magisnya aroma bunga segar di hari pernikahan saya.

asa itu mengalun sampai detik ketika saya menulis tulisan ini. padahal juga nggak tau nikahnya kapan


saya tidak tau kalau Surabaya punya pasar bunga. maklum di Bontang dan Jombang tidak ada pasar bunga. saya juga sampai sekarang gagal paham kenapa saya punya mimpi seperti itu.


ada empat hal yang menjadi pelarian saya di tengah penatnya urusan kantor dan kuliah di kota pelabuhan ini : laut, bunga, rumah bontang, dan green tea cream with extra whipped cream and caramel sauce milik gerai uwak sam.


bukaaan, saya nggak mau kode ke pasangan saya buat ngasih saya bunga. saya malah bingung kalau dia sampai kasih saya bunga.


aroma segar bunga dan aroma garam laut sukses mengangkat semua penat saya atas segala yang harus saya hadapi untuk bisa bertahan di dunia kuliah dan dunia bisnis yang persaingannya keras di tengah cuaca sahara ala Surabaya. kalau masih sumpek ? saya beli itu green tea, mentok saya pulang ke Bontang. karena rumah bontang adalah sebenar benarnya pulang.


saya biasanya ke pasar ini mendekati jam makan siang, disana saya langsung bergegas ke masjid pasar untuk menunggu adzan dzuhur berkumandang. setiap kali saya kesana, saya selalu bertemu orang yang sama. para juragan florist dan para karyawan mereka. shalat dzuhur kemudian dilanjutkan dengan wiridan sebentar dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh sang imam. setelah itu antar jamaah saling bersalam salaman dan melempar senyum untuk kemudian bubar melanjutkan aktivitas mereka.


baik perempuan dan laki laki semua sama, selalu saya temui setiap saya kesana. mereka menyalami saya layaknya saya bagian dari mereka.


ada yang berbeda dengan masjid ini, entah kenapa saya merasakan sebenar benarnya damai di sana. tidak gampang menemukan masjid di Surabaya yang memiliki aura seperti itu. karpet tebal yang terawat apik dan posisi masjid yang di pinggir kali mas yang memiliki pepohonan di sisi kiri kanannya menambah sejuk suasana masjid.



hidup kadang menuntut sebuah balancing wave yang membuat kita bosan dengan hal hal mewah dan marah dengan hal hal khas proletar seakan akan hidup kok ya gini gini aja.


pasar bunga kayoon menempati sisi balancing wave ala diri saya dengan menghadirkan serangkaian mawar peach dengan harga separo green tea cream extra whipped cream and caramel sauce kegemaran saya.

pasar bunga kayoon dengan kuntum bunga bunga yang hanya ribuan perak per kuntum memberi saya hadiah yang lebih mahal dari gerai kopi kesukaan saya : ia mampu meyakinkan saya bahwa mimpi saya hanya butuh sedikit lagi waktu untuk menjadi nyata.


abaikan tangan saya yang ginuk ginuk.








Surabaya, 21 November 2015




Rifa Akhsan

29 June

saya datang tepat ketika adzan isya berkumandang, saya parkir kendaraan saya setelah sebelumnya sedikit takjub karena lapangan parkir yang penuh. ada haru yang terselip, ini tidak terjadi setiap hari. mereka yang parkir di parkiran masjid saya rasa memiliki cinta pada masjid ini karena tempat parkir untuk mereka yang fokus pada festival jajanan untuk buka puasa tersedia di luar masjid.

ini pertama kalinya selama saya di Surabaya, mengunjungi masjid agung Al-Akbar ini selama Ramadhan.

saya menengadahkan pandangan ke langit malam yang kebetulan saat itu sedang mendung, tampak menara masjid berdiri menjulang sebagai satu satunya penerang langit gelap, ya islam itu begitu, cahaya ditengah kegelapan


22 June




haiii heho heho apa kabar ?

mbak Rifa sakit beberapa hari yang lalu, dan kini Alhamdulillah sehat dan kembali dengan sejuta keceriaan.

kamu ngaku kenal saya tapi nggak tau kalau saya jadi ketua kelas Sunday Sharing Surabaya bulan ini ? waparah wah....

jadi, mbak Rifa admin blog kesayangan kalian yang baru aja dapat predikat jomblo newbie karena baru putus dari pacarnya ini diamanahi oleh ndoro ndoro detikcom untuk jadi ketua kelas di Sunday Sharing Surabaya 6 bulan ini.

14 June

Photo by rawkkim on Unsplash


kalau perusahaan punya CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan, maka saya punya BSR (Blog Social Responsibility) tanggung jawab sosial blog www.riffatakhsan.com

ini pertama kalinya saya bikin postingan BSR. BSR adalah postingan non profit yang sifatnya saya tujukan untuk kepedulian pada sesama.

kali ini BSR saya tujukan untuk dedek dedek mahasiswa baru Jurusan Teknik Sipil ITATS yang masih kepo kepo lucu rasanya kuliah itu kayak gimana, apa bener tugasnya seabrek, atau penasaran Mbak Rifa itu orangnya yang mana.

tenang dek, nggak susah kok cari Mbak Rifa, kalau kamu lihat Mas Iddo, Mas Rudi, Mas Fairus, sama Mbak Rusma biasanya Mbak Rifa nggak jauh dari mereka.

oke, jadi dek. mbak Rifa yakin dedek dedek maba pasti sudah dapat kost yang nyaman untuk ngerjakan tugas dan nonton drama korea, tapi seringkali dedek dedek bingung mau makan dimana ? ya kan ya kan ? gapapa, jangan malu karena mbak Rifa juga gitu. susah makan, sekalinya mau makan kalau bisa harus yang enak. jadi di tulisan ini mbak Rifa mau sharing soal kuliner sekitar kampus ITATS yang recommended buat dedek dedek maba beli makan, tentunya sudah dengan pertimbangan yang sangat matang. sesuai syarat mahasiswa : makanan itu harus enak, dan MURAH. iya murah.

12 June



sabtu malam, masnya lagi lembur. masnya Rusma juga ada acara hangout sama cowok cowok. saya dan Rusma juga lagi banyak tugas dan kerjaan.

YA TAPI MASA MALAM MINGGUAN KITA CUMA DIRUMAH AJA SIK

ikut rame rame nya malam minggu lah, tiap malam kita udah sibuk di kampus kan.... pikir saya.

"rus kerjaan sama tugas ini dibawa. kita kemana gitu, ganti suasana lah"

ajak saya yang dijawab Rusma dengan

"tapi ini kan malam minggu ?"

"kita cari tempat yang super segmented, pasti ada tempat kosong. kita hindari mall, pasti penuh orang. cafe dengan konsep general juga jangan, kecil kemungkinan ada tempat kosong."

"hmm, kalau kamu ada saran nggak ?"

tanya Rusma balik

"kalau aku mikirnya kita cari Librarian Cafe aja Rus"

"ayo"

31 May

gambar saya ambil dari instagram +Asli Suroboyo 

postingan kali ini berbeda dengan postingan tahun tahun sebelumnya, kalau tahun lalu saya menghadiri rangkaian hari jadi kota surabaya berupa Karapan Sapi dan Parade Bunga. tahun ini saya berhalangan hadir di acara tersebut. untuk itu saya membuat tulisan ini.

09 May

Jum'at, 1 Mei 2015. senja mulai menunjukkan persembahannya pada semesta. saya dan Rusma masih terpekur menatap langit (karena sama sama dapat previllage nggak shalat) di pinggir tambak lele daerah Tambak Wedi, sedikit di sebelah barat jembatan Suramadu.

tiba tiba apel krowak warna hitam milik Rusma berbunyi, telpon dari mbak Yuni. pemilik blog ceritayuni.blogdetik.com

"Rifa sama Rusma ada acara nggak besok minggu ?"

"hmm paling liat parade bunga mbak"

"kalau jadi panitia Hijab Hunt 2015 gimana ? mau nggak"

"mau mbak"

sambungan telepon itu adalah awal dari cerita seru kami menjadi panitia event besar skala nasional ini

with mbak Fitri, salah satu dari 50 besar peserta yang lolos audisi hari pertama

08 May

iya iya, saya minta maaf Sunday Sharing Surabaya #04 yang berlangsung bulan april baru saya tulis di bulan Mei.

25 March

suatu hari, di tahun 2013.

"@riffatakhsan kamu tuh ya kerjaannya ngetwit terus, udah kayak detik.com aja setiap aku buka twitter pasti kamu ada di timeline"

 mention itu masuk ke timeline saya dengan nada sinis, tersinggung ? nggak juga. kesel iya, kalo emang sebel sama twit saya tombol unfollow selalu siap diklik kok.



 suatu hari, di tahun 2015. melalui twitter, saya mendapat kesempatan untuk menghadiri acara Sunday Sharing yang diadakan oleh Detik Surabaya. exiting lah saya, karena topik yang dibahas mengenai SEO yang saya yakini merupakan cikal bakal traffic blog saya akan tinggi menjulang.

12 December

waktu begitu cepat berlalu, kadang saya sendiri tidak menyadarinya sampai saya tersadar bahwa saya sudah harus berhadapan lagi dengan tahun yang baru. melihat perjalanan belasan bulan kebelakang, dan ini catatan akhir tahun 2014 yang mampu saya kumpulkan.

JANUARI

awal tahun saya awali dengan merayakan tahun baru di depan gedung negara Grahadi Surabaya dan beberapa hari kemudian saya habiskan dengan pulang ke rumah saya di Bontang.






29 November


sebagai seseorang yang tinggal di wilayah kenjeran, setiap ada yang tanya tentang Suramadu pasti saya jawab  "oh itu deket sama rumah saya"

ya, semenjak peresmiannya di tahun 2009, Jembatan Suramadu menjadi sangat booming. jembatan eksotis bentang panjang yang menghubungkan antara wilayah Surabaya dengan Pulau Madura menjadi salah satu spot fotografi baru di daerah Surabaya dan Bangkalan karena keberadaannya yang kini menjadi icon.

namun apakah tidak sayang jembatan Suramadu hanya digunakan sebagai spot fotografi saja ?

ada harapan besar bagi saya ketika Suramadu resmi dibuka sebagai alternatif transportasi murah dan mudah untuk memudahkan pasokan barang dan jasa sehingga masyarakat di Surabaya dan Madura menjadi lebih sejahtera.

28 November



suatu hari di bulan November 2014. Rusma mengajak saya ke festival kebudayaan Jepang yang diadakan satu tahun sekali dan merupakan acara akbar jurusan Bahasa Jepang salah satu universitas negeri di Surabaya.

10 November


harmoni tidak selalu sama warna, sama tinggi, sama iya, atau sama nada.





Selamat Hari Pahlawan,
Surabaya, 10  November 2014




Rifa Akhsan

24 March

karapan sapi, adalah budaya suku madura dari jaman sebelum Belanda menjajah negeri kita. banyak masyarakat yang sudah tidak lagi mengenal pagelaran budaya yang satu ini. tidak penting, begitu dalih mereka.

tapi tidak dengan saya, sebagai mahasiswi asli kalimantan yang diberi kesempatan oleh tuhan untuk berkuliah di Surabaya, saya dan saudara kembar saya memiliki motto "Never Ending to Explore" di kota pahlawan ini. yah, Surabaya dengan segala yang dia punya tidak pernah habis bagi kami untuk terus menikmati sajiannya.

bertepatan dengan rangkaian event HARI JADI KOTA SURABAYA YANG KE 721 tahun 2014, kami menghadiri pagelaran karapan sapi yang bertempat di lapangan pantai ria kenjeran lama, jalan Sukolilo. Surabaya timur pada hari Minggu tanggal 23 Maret 2014

07 March

sebenarnya taman kunang kunang ini adalah tempat langganan saya main basket. karena taman milik pemkot yang terletak disamping rusunawa penjaringan sari ini menyediakan fasilitas lapangan futsal dan lapangan basket secara GRATIS *aku cinta gratisan*

Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi