Skip to main content

Selamat Ulang Tahun Surabaya :)

gambar saya ambil dari instagram +Asli Suroboyo 

postingan kali ini berbeda dengan postingan tahun tahun sebelumnya, kalau tahun lalu saya menghadiri rangkaian hari jadi kota surabaya berupa Karapan Sapi dan Parade Bunga. tahun ini saya berhalangan hadir di acara tersebut. untuk itu saya membuat tulisan ini.


saya mulai tinggal di Surabaya bulan Mei 2012. praktis sudah sekitar tiga tahun saya tinggal di kota ini. postingan postingan blog ini juga menjadi saksi bisu betapa Surabaya yang dulunya hanya berarti kota besar layaknya kota lain di Indonesia, menjadi begitu berarti seiring waktu berlalu, cerita pahit manis saya alami di kota ini, pahit manis asam kota ini membentuk kesan harmonis yang indah dalam benak saya, hingga saat postingan ini saya tulis.

di Surabaya saya mengikuti bimbingan ujian masuk perguruan tinggi, di Surabaya saya berkuliah, di Surabaya saya tinggal di kamar kost sederhana, di Surabaya pula saya tinggal di rumah tinggal sederhana yang nyaman (hingga saat postingan ini saya tulis), di Surabaya saya bertemu teman teman komunitas #SundaySharingSurabaya, di Surabaya untuk pertama kalinya saya berkesempatan menjadi panitia #SunsilkHijabHunt 2015 sebuah event pencarian bakat berskala nasional, di Surabaya saya patah hati karena seorang laki laki, dan di Surabaya pula saya bertemu dengan "dia" yang namanya tak lepas saya ucap dalam setiap doa yang terpanjat.  

Surabaya menjadi begitu melankolis ketika saya ingat bahwa saya pasti akan meninggalkan kota ini untuk kembali pada jati diri saya. Surabaya mengajarkan banyak hal kepada saya, tentang buku dan literasi, tentang pertemanan dan sahabat, tentang dunia digital, tentang pembangunan infrastruktur berkelanjutan, tentang bermasyarakatat, tentang hidup, serta tentang........ cinta dan ketulusan.

terima kasih tuhan, untuk kesempatan tinggal dan belajar di Surabaya.

Selamat Ulang Tahun yang ke 722 Kota Surabaya, tetaplah menjadi yang terbaik dalam harmoni ingatan saya.





Surabaya, 31 Mei 2015




Rifa Aksan

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...