Skip to main content

Bertindak Berdasar Emosi, Hasilnya ?



eh, tunggu tunggu. jangan buru buru klik tanda silang aja dong. saya cuma mau cerita kok.

jadi gini...



cerita ini sebenarnya lucu, tapi menurut saya ironis. ini terjadi di kantor partner saya, sebuah group dengan beberapa perusahaan yang cukup diacungi jempol dalam bidangnya. nah, kantor ini kedatangan karyawan baru perempuan, cantik, berkelas dan luar biasa cerdas. oleh perusahaan mbak ini ditempatkan sebagai asisten direktur utama. kebetulan, si direktur utama baru berusia akhir 20 an tahun dan masih belum berpikir untuk menikah.

waktu berlalu, suasana kantor adem ayem aja damai sentosa. tiba tiba mbak asisten direktur ini diteror oleh seorang perempuan yang (ngakunya) pacar direktur utama. si mbak dituduh jadi perusak hubungan antara dia dan direktur utama. sama si mbak nggak digubris, eh si cewek marah aja dong dan melancarkan serangan dan hinaan secara bertubi-tubi. si mbak dicaci maki, dikata katain seenak jidat si cewek. dan tetep nggak digubris sama mbak asisten direktur.

selama sekitar satu tahunan si cewek meneror mbak asisten direktur. mbak asisten direktur akhirnya ngomong ke direktur utama, direktur utama diem aja. dibilang cuekin aja, sapa tau itu orang yang ngaku - ngaku. mbak asisten direktur nggak mau cari ribut meskipun si mbak nyimpen semua bukti perbuatan dari si cewek plus identitasnya. waktu itu mereka lagi ribet - ribetnya sama kerjaan dan deadline proyek udah dekat banget. tapi si mbak asisten direktur tetep diganggu aja dong.

trus mbak asisten direktur nggak tahan, semua bukti + identitas cewek pacar direktur utama itu dilaporin ke presiden direktur yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayah dari mbak asisten direktur.

presiden direktur bersikap bijak banget, anaknya didiemin. sambil disuruh sabar. trus satu bulan kemudian direktur utama dipanggil, diajak ngopi dan ngomong hal hal ringan, trus ditengah tengah ngobrol semua bukti dari mbak asisten direktur ditunjukin. beliau (presiden direktur) cuma tanya "kamu bisa jelaskan ini apa ? saya takut salah paham"

direktur utama diem, malu berat. itu semua memang valid identitas + perbuatan pacarnya. si direktur utama nggak tau harus ngomong apa sama presiden direktur.

kelar ngopi sama presiden direktur, direktur utama ngechat si pacar.

begini isi chatnya : (saya diminta oleh sumber untuk tidak menyertakan screen shoot chatingan nya)

Direktur utama (D) pacar direktur utama (P)

D : eh kamu kenal mbak ____ ?

P : iya, dia asisten kamu kan ?

D : kamu kenal sama dia ?

P : ya enggak sih, cuma dia aku peringatkan jangan jadi perusak hubungan orang

D : maksud kamu ?

P : iya aku cemburu sayang, dia bisa kerja bareng terus sama kamu. trus aku curiga jangan jangan dia filrt ke kamu trus kamu ninggalin aku. yaudah deh sering aku peringatkan untuk jangan macem macem sama pacar aku. eh kenapa sih dia bisa jadi asisten kamu ? pecat aja kenapa sih yang ? kamu kan direktur utama, dia kan bawahan kamu. atau pindahin kek ke divisi lain. cari asisten yang cowok juga nggak masalah kan yang...

D : kamu tau mbak ___ itu siapa ?

P : yaampun yang, dia kan bawahan kamu. cuma anak baru lulus kuliah yang kebetulan kerja di perusahaan kamu. ngapain sih ngomongin dia. nggak penting banget.

D : dia itu anak presiden direktur aku, dan tadi siang presdir konfirmasi ke aku apa bener itu perbuatan kamu....

yak silahkan imajinasikan lanjutan chat diatas.

satu hal yang bisa saya ambil pelajaran dari cerita partner saya ini adalah. kita sebenarnya nggak pernah benar benar tau dengan siapa kita berhadapan. semua orang pasti punya sisi yang dia sembunyikan dari kita karena suatu alasan. saya jujur kasihan sekali dengan mbak pacar direktur utama ini. seandainya saja kecemburuan tak mendasar dan kecurigaan tak beralasan ini cukup sampai di dia saja, tidak diaplikasikan dalam tindakan mungkin ceritanya akan jauh berbeda....

ketika kita emosi, semua terasa benar. semua terasa sah, sehingga (kelihatannya) tidak ada impact nya ketika kita tidak memakai logika. namun apa jadinya kalau tindakan berdasar emosi tersebut benar benar menyebabkan kesalahan fatal. saya nggak tau bagaimana malunya si direktur utama ke presiden direktur juga ke mbak asisten direktur. presiden direktur dan mbak asisten direktur menganggap ini nggak ada masalah dan memaafkan kejadian tak diinginkan ini. namun lain halnya dengan si direktur utama, ini perkara harga diri. dia secara tidak langsung mempertaruhkan kredibilitasnya dalam keputusan keputusan penting perusahaan kedepan yang melibatkan presiden direktur.

dari cerita ini saya cuma mau bilang...




bijaklah sebelum mengambil keputusan yah :)))




Surabaya, 11 Mei 2015





Rifa Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...