Skip to main content

Posts

Antara Fungsional dan Eksklusivitas

sebagai seorang mahasiswa dengan kondisi finansial pas-pas an. saya adalah satu dari ribuan mahasiswa yang begitu awal bulan, otak kita langsung bertransformasi jadi kalkulator, mengatur finansial secara cermat biar cukup sampai akhir bulan. sebagai perempuan biasa, kadang saya juga pengen kok punya barang branded yang harganya membuat kehidupan mahasiswa saya terancam melarat. disinilah kecermatan untuk memisahkan antara fungsional dan eksklusivitas berperan. saya adalah orang yang sebelum membeli sesuatu selalu melihat kapasitas fungsi dan eksklusivitas untuk melihat harga itu menitikberatkan kemana. misal, jam tangan dan kacamata. kacamata yang saya pakai saya beli dengan banderol seharga gaji sebulan seorang PNS golongan 3. mahal ? tunggu dulu, alasan saya beli kacamata itu adalah, saya sudah 7 tahun berkacamata, dan selalu ceroboh dengan kacamata saya. kacamata mata saya sering penyok, tangkainya copot, terinjak, terduduki, kadang kegencet waktu saya tidur,dll saya sadari ...

Dipercaya, Adalah Kebanggaan Tertinggi

bukan percaya yang ini maksud saya -___- Sumber ada banyak hal yang melatar-belakangi seseorang untuk bangga. bisa karena alamamater universitas, bisa karena posisi dalam pekerjaan, bisa karena profesi, bisa karena tempat kerja, bisa karena tempat tinggal, jenis kendaraan, gadget yang dibawa, punya koneksi banyak, status di masyarakat, prestasi akademik, prestasi, kerja, dll setiap orang pasti punya satu kebanggaan tertinggi, bisa karena pasangan, bisa karena karir, bisa karena keluarga, bisa anak, bisa harta, dll bagi saya, kebanggaan tertinggi saya adalah saya menjadi seseorang yang bisa dipercaya. kenapa ? bagi seseorang seperti saya yang sangat sulit untuk percaya kepada orang lain, dipercaya oleh orang lain adalah sebuah anugerah. dipercaya dalam hal ini ga hanya masalah dipercaya untuk menempati suatu posisi pekerjaan, dan hal-hal yang bersifat materi saja. dipercaya disini adalah kebanggaan saya dipercaya oleh orang tua saya untuk bersekolah jauh dari rumah ...

Ketulusan, dimanakah Kamu ?

Sumber saya sering sangsi dengan hidup, masih adakah orang tulus di dunia ini ? yang saya lihat (kebanyakan) dunia ini berisi orang yang hanya (mau) berteman dengan orang yang memiliki kepentingan tertentu, simple nya temenan kalo ada butuhnya aja. ketika mendapat hadiah, menerima pujian, ngobrol bersama, jalan jalan bersama. saya kadang bertanya dengan diri saya sendiri. aku berusaha tulus dalam berteman, apa mereka juga tulus mau berteman sama aku ? atau mereka punya tendensi sama aku ? ketulusan, ga cuma soal hubungan lawan jenis, kayak pacaran. ketulusan dalam hubungan antar manusia diluar itu juga penting. penting untuk menunjukkan seberapa baik kualitas hubungan itu. kita ga mau kan punya temen yang mau deket sama kita kalo ada butuhnya aja ? di sini ketulusan berperan, dan akhirnya saya sadar kalau ternyata " ketulusan itu datang dari hati, dan hanya bisa dirasakan dengan hati" ketulusan, dia selalu ada di hati kita. namun kadang gaungnya dalam nurani se...

Menjadi Semakin Bijak

di postingan kali ini, masih bercerita tentang kehidupan perkuliahan saya. masih dalam proses saya menguak hikmah kenapa tuhan menempatkan saya di kampus ini. Sumber fyi aja, saya mengambil jam kuliah malam. sekitar habis maghrib sampai jam 9 atau 10 malam. setiap senin sampai jum'at. pingin beda aja, itu alasan saya. logika saya gini, kalo aku kuliah malam, sangat mungkin aku bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikan nya lebih beragam. yah, orang kan normalnya kuliah dari pagi sampai sore, kalo ada yang kuliah malam, pasti ada maksud tertentu. guess what ? benar saja. teman teman saya beragam, mayoritas dari mereka adalah lulusan SMK bangunan dan sudah bekerja, jadi pagi sampai sore mereka kerja, malamnya lanjut kuliah. ada yang ambil kuliah malam karena paginya ngantuk, ada yang kuliah malam karena jenuh dengan rutinitas dari jaman SD yang selalu berangkat pagi,dll dari segi umur juga beragam, saya punya teman sekelas seorang bapak anak 1, saya ju...

Broken Vow

this song talk about the trial, and talk about forgiveness. this song has a very magical power on my self, it's lyrics is so stong. and i realize, now i am the actress of  story on this  song. Broken Vow - Lara Fabian Tell me her name I want to know The way she looks And where you go I need to see her face I need to understand Why you and I came to an end Tell me again I want to hear Who broke my faith in all these years Who lays with you at night While I'm here all alone Remembering when I was your own I let you go I let you fly Why do I keep on asking why I let you go Now that I found A way to keep somehow More than a broken vow Tell me the words I never said Show me the tears you never shed Give me the touch That one you promised to be mine Or has it vanished for all time I let you go I let you fly Why do I keep on asking why I let you go Now that I found A way to keep somehow More than a broken vow I let you go I let you f...

You Must Can Identify Dear, Which One Love You, Which One Treat You Right

Saya pernah bercerita kalau saya berkuliah di jurusan mayoritas cowok di postingan  ini  dan saya bercerita apa yang saya alami. di postingan itu saya bercerita bahwa saya jadi lebih mengerti tentang pemikiran seorang laki laki. sampai akhirnya beberapa hari ini saya melihat satu fenomena, yang sering terjadi namun mungkin sering kita remehkan. Fenomena Merasa jadi Korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) postingan ini berlaku buat cowok dan cewek kok, tapi saya lebih menekankan sama cewek sih, cewek kan lebih sering jadi korban PHP *senyum manis* *manis banget*  banyak banget saya dicurhatin sama temen temen (cewek maupun cowok) yang benang merahnya kira kira gini "gue kecewa fat sama dia, gue pikir hubungan ini udah berlevel level lebih tinggi dari "hanya" sekedar temen biasa. nyatanya dia jadian sama cewek/cowok lain. padahal kita udah deket banget" *sigh* emang sih quote ini ada benarnya " Kita Memang Tidak Bisa Melawan Takdir, Tapi Me...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...