Skip to main content

Posts

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...

Jing-Si Books and Cafe Goergetown

kalau ada nominasi kota paling estetik, saya nobatkan Goergetown di Penang adalah juaranya. kota ini merupakan surga bagi penyuka arsitektur dan interior. mungkin karena lokasi geografis yang eksotis, dan promosi kepada segmen yang tepat membuat pembangunan hunian menengah-mewah vertikal amat sangat masif di kota ini.  sesuatu yang membuat mudah sekali menemukan mock up interior kamar tidur atau dapur di pinggir jalan. display promosi para vendor interior di Kota ini. diantara itu semua, industri cafe juga tampil tak kalah cantik. ribuan video bisa kamu temukan di tiktok hanya bermodal keyword "penang aesthetic cafe". namun Jing-Si books and cafe seemly is under the radar. saya dan Fatimah tidak sengaja menemukan tempat ini ketika jalan kaki dari Lebuh Pantai menuju Padang. interiornya yang "Cina Banget" menarik perhatian saya dan saya pun mengajak Fatimah untuk mampir. cafe ini, suasanya "beda". ada kelas tersendiri yang dihembuskan vibes tempat ini. sepe...

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...