Skip to main content

Gonggongan yang Mengganggu

beberapa hari yang lalu, frame kacamata Rusma pecah, dan kami memutuskan untuk membeli frame baru di lapak langganan kami yang terletak di Pusat Grosir Surabaya.

sebelum sampai di PGS, saya dan Rusma kesasar di salah satu jalan paving di daerah Dupak, pikir kami sederhana, biasanya jalan kampung ini pasti ada tembusannya menuju jalan besar. kami terus menyusuri jalan tersebut dan...... buntu.

bukan buntu yang menjadi sumber kepanikan, tapi lima ekor anjing yang terus menggonggong mendekati kami yang waktu itu berboncengan mengendarai sepeda motor.

itu anjing kurang piknik ya ? galak bener.



tidak ada yang bisa saya lakukan, dalam posisi sepeda motor masih menyala, kaki saya kiri kanan menahan sepeda motor. lutut saya gemetar saking takutnya, namun saya yakin gerakan sekecil apapun dari saya pasti akan semakin memancing si anjing.

pikiran saya waktu itu cuma satu, gimana caranya si anjing nggak gigit kaki saya. karena saya harus mandi tujuh kali dengan satunya dengan air yang dicampur tanah liat karena air liur anjing merupakan najis besar dalam agama saya, selain itu JEANS KESAYANGAN SAYA JADI NGGAK BISA DIPAKE LAGI DONG.

iya, waktu itu saya berangkat memakai jeans biru kesayangan yang nyari warnanya susah setengah mampus dan saya yakin kalau sampai digigit anjing lebih baik jeans nya dibuang daripada resiko shalat saya nggak sah karena nggak suci secara pakaian.

sedih hati adek, mz.

dengan lutut yang masih gemetar, dan lima ekor anjing yang masih semangat menggonggong. saya hanya bisa diam sambil terus melantunkan ayat Al-Qur'an yang saya ingat memiliki fadilah sebagai penolong dari binatang buas. ajaibnya, setelah ayat tersebut saya baca, si anjing langsung seperti kesetrum lantas berlari menjauh dari saya, sampai sekitar dua meter. tapi masih terus menggonggong pada saya, yang anehnya tidak lagi mendekat.

ada kali sepuluh menit saya dalam posisi tersebut. sampai akhirnya pembantu tetangga pemilik anjing tanya ke saya "mbak, mau kemana ?" yang saya jawab dengan "saya salah jalan mas, ini mau puter balik trus saya takut."

"owalah mbak, yawes sampean puter balik pelan pelan, anjingnya biar saya yang halau"

dengan masih gemetar pelan pelan saya puter balik, disana pun saya masih takjub karena si anjing tetap tidak berani mendekati saya.

sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.

setelah itu saya berpikir, kejadian anjing ini merupakan ikhtibar (petunjuk dari tuhan berupa isyarat kejadian) karena beberapa hari terakhir saya upset karena banyak rumor jelek yang jauh dari kebenaran menerpa saya.

mungkin saya dan pembaca sedang mengalami kejadian seperti saya, "digonggongi" terus menerus dengan harapan si "anjing" dapat "menggigit" kita.

hidup memang penuh cerita, pun ketika kita bertemu dengan mereka mereka yang tidak sadar sudah melupakan etika dan moral sehingga bersikap layaknya binatang untuk satu tujuan tertentu.

kejadian digonggongi anjing ini memberi pelajaran besar bagi saya, lebih baik diam tenang dan terus berpegang pada tuhan dibanding terus strict to the plan untuk ngotot mengeksekusi rencana.

saya tidak bilang peribahasa "anjing menggonggong kafilah tetap berlalu" itu salah, namun berdasarkan pengalaman digonggong anjing beneran, saya rasa ungkapan "anjing menggonggong, mbak Rifa duduk diam tenang, berpegang pada tuhan. setelah keadaan lebih kondusif baru berlalu" itu lebih cocok untuk saya.

"digonggongi" anjing merupakan masalah yang mungkin menghentikan langkah untuk sementara, namun kita tidak boleh hancur hanya karena "gonggongan" si "anjing". mengganggu memang, namun itu bukan akhir dari dunia.

duduk diam tenang dan berpegang pada tuhan memang bukan hal mudah, butuh stock yakin dan sabar yang cukup untuk bisa bertahan sampai keadaan menjadi lebih kondusif.

pertolongan pasti datang kepada mereka yang tulus meminta.

btw ini ayat yang saya baca waktu kejadian digonggongi anjing itu


Sumber Gambar
Al-Baqarah Ayat 18







Surabaya, 3 Juni 2015






Rifa Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...