Skip to main content

Teman Sejati

"kakak, adek request tulisan yah. kakak tulis tentang teman sejati ya. ini buat kakak...." ucap adek bungsu saya sambil menyerahkan sekotak besar camilan kesukaan saya yang dia beli dengan uang jajannya sendiri.

ibu dan adek bungsu saya


jadi tulisan ini adalah paid review, saya dibayar dengan sekotak besar camilan kesukaan saya untuk menulis postingan ini.

butuh waktu lama bagi saya untuk merenungkan apa itu teman sejati, sebelumnya saya pernah menulis perbedaan antara Partner, Teman dan Sahabat namun akhirnya sayapun bertanya tanya, apakah sahabat itu adalah teman sejati ?

kalau kata abah saya, melihat teman itu pakailah sudut pandang politisi. jangan sampai ia memeluk untuk menusuk kamu. harus selalu waspada. tapi trus beliau bilang "nggak semua teman itu jahat kok kak, yang tulus juga ada"

kalau kata umi saya, teman itu ada tiga macam : racun makanan dan obat.




1. Teman Jenis Racun

kata umi saya teman jenis ini hanya akan menghancurkan kita. biasanya teman jenis ini suka sinis dan sarkas sehingga mempengaruhi emosi orang orang di sekitarnya. tapi kan kita tidak bisa terang terangan menjauh. sebaiknya jaga jarak sajalah dengan teman jenis ini dengan membatasi pertemanan sebatas basa basi dan mengindar dari urusan urusan yang terlalu dalam.

2. Teman Jenis Makanan

teman jenis ini selalu ada mudah ditemui, cenderung lengket. namun biasanya hubungan dengan teman jenis ini cenderung temporer karena cepat atau lambat ada saja sebab sebab yang membuat kita terpisah dengan teman teman jenis ini.


3. Teman Jenis Obat

teman jenis ini biasanya jaraaaaaang banget ketemu. namun ia hadir dalam saat saat terpenting dalam hidup kita juga hadir dalam kondisi kondisi krusial yang menimpa kita. saya punya beberapa teman jenis ini, salah satunya Umar. dia hadir ketika listrik saya diputus PLN karena lupa bayar dan nalangi dulu tagihan listriknya sementara abah saya transfer.

ada Nadia, ketika perusahaan saya terkena masalah hukum dan saya cuma bisa nangis dengan jahatnya dia bilang "jangan manja, kamu nangis sampai air mata kamu habis juga kasus ini terus bergulir. cuma anak manja yang dengan bodohnya berpikir kalau semua masalah kelar hanya dengan air mata".

ada juga Mas Lutfi yang waktu saya datang ke dia karena situasi politik yang memanas dan saya udah nggak kuat. saya nggak bilang apa - apa. saya cuma bilang "aku mau nangis rasanya" dia ada dan bilang ke saya "udah, nangis aja biar lega..." Mas Lutfi ini langka, saya nggak ngomong dia udah tau apa yang saya rasakan. TAPI TRUS YA GITU KALAU SAYA MAU CURHAT DIA CUMA BILANG "KALAU CURHAT JANGAN SAMA AKU, AKU BUKAN TIPE ORANG YANG MAU DICURHATIN"


KAN KZL.

biasanya teman jenis ini adalah orang orang pertama yang kita ingat kalau kita dalam kesenangan maupun kesulitan, setelah tuhan orangtua dan keluarga.

saya pikir teman sejati ini adalah teman jenis obat ini, biasanya mereka sama sekali nggak ada masalah marah dan ngomel ngomel kalau emang kita salah. dan mereka nggak punya sifat penjilat, memuji hanya untuk mengedepankan kepentingan.

pandangan politisi abah saya yang mengedepankan kewaspadaan membantu saya mengidentifikasi mana teman jenis racun, makanan , dan obat. benar kata abah, teman yang tulus itu ada, namun seringkali mereka tidak hadir dalam bentuk malaikat.

kalau Rusma ? sodara kembar saya ini teman segalanya, racun ada makanan ada obat juga ada. paket komplit combo pula dengan segala keabsurdannya.

saya masih nggak benar benar paham sahabat itu yang kayak apa, kalau saya, punya teman hidup macam Rusma dan calon suami yang masih dalam konfirmasi serta orang tua dan keluarga sebenarnya sudah cukup.

terlalu berteman juga menurut saya juga nggak bagus bagus amat sih, yah saya juga berteman dengan Komunitas BlogDetik dan teman teman kampus, dengan rekanan konstruksi juga saya berteman. tapi saya batasi sewajarnya saja. karena pasti masing masing dari kita memiliki kegiatan diluar pertemanan, ini juga efektif untuk menghindari perasaan "didepak" dari lingkaran pertemanan.

jadi, menurut kamu teman sejati itu yang kayak apa ? share yah di komentar :*






Surabaya, 3 Juni 2015




Rifa Akhsan



Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...