Skip to main content

Mengkaji Arti Filosofis Mental Baja Berdasarkan Analisa Struktur Baja

"milikilah mental setangguh baja, jangan bermental lembek layaknya tempe. kita butuh manusia manusia bermental baja untuk menghadapi tantangan global"

adalah salah satu ungkapan ala ala motivator dalam beberapa materi pendidikan karakter yang membakar semangat para pesertanya untuk tidak mudah putus asa dan tetap semangat.

memangnya baja itu setangguh apa ?

pertanyaan bodoh saya setiap menghadiri atau membaca tulisan tulisan tentang pembentukan mental dan pendidikan karakter. ya, mungkin saya dan para pembaca seringkali tidak dijelaskan sebenarnya seberapa hebat sih material baja itu sampai dianalogikan untuk perumpamaan pembakar semangat ?





hampir dua tahun saya bergelut di dunia teknik sipil sebagai seorang akademisi, mahasiswa maksudnya. dan ada beberapa sifat dan perilaku baja yang membuat saya takjub dengan ketangguhan material ini. semakin saya belajar, semakin saya takjub.

saya jadi berpikir apa jangan jangan pencetus ungkapan "milikilah mental setangguh baja" adalah seorang insinyur teknik sipil dengan spesialisasi kontruksi baja.

ada beberapa catatan saya tentang baja, yang kalau dimaknai lebih dalam mungkin pembaca bisa paham kenapa saya begitu mengagumi material ini

sebelumnya saya pernah menulis tentang proses fabrikasi baja yang melibatkan proses panjang nan mahal dengan selalu melibatkan api, las, dan alat alat potong yang pastinya tajam, dari sana saya harapkan sudah ada gambaran betapa tangguh baja itu. namun di postingan kali ini saya mencoba memahami karakter baja dengan sudut pandang filosofis seorang mahasiswa semester 4 teknik sipil.

1. baja itu keras, tapi lentur.


Sumber Gambar
nggak, saya nggak mau share teori tegangan regangan baja kok. tapi saya cuma mau ngasih tau. sebelum baja mencapai titik fy. maka perilakunya lentur (elastis) meskipun sifatnya keras. artinya mental baja itu harus punya pendirian yang kuat. namun fleksibel dalam perbuatan.

2. jika diperhitungkan dengan benar. dalam kasus hubungan balok kolom. baja dalam balok dan baja dalam kolom tidak akan pernah lepas.

artinya bahwa, seorang bermental baja, tidak mudah melepaskan sebuah ikatan (pertemanan, rekanan, persahabatan, dll) kecuali karena sebab sebab yang tidak bisa ditoleransi.

3. baja memiliki sifat daktail, meskipun dia terpaksa harus meleleh dia masih kuat menahan beban.

secara teori tegangan regangan, baja mungkin saja berada dalam posisi fy, dimana wujudnya sudah tidak seperti asalnya, sudah meleleh karena beban yang harus ditanggung. namun meskipun sudah leleh baja masih kuat menahan beban bahkan dalam beberapa kasus sifatnya menjadi plastis, dimana ketika ada beban baru yang ditambahpun baja masih kuat menanggung beban. 

orang yang bermental baja bukan orang yang selalu kuat, pasti bisa juga goyah dan roboh. namun ketika sudah goyah dan roboh sekalipun dia bisa tetap berjuang dan menjadi lebih kuat.

4.  dalam kasus komposit baja dengan beton pada bangunan portal, baja harus berada di dalam, dibungkus beton dan tidak terlihat. sepintas kekuatannya berasal dari beton padahal sejatinya penyumbang kekuatan tahan tarik pada struktur ini adalah baja.

orang bermental baja tidak harus selalu show on, pamer bahwa dia adalah yang paling berjasa. ketika dia memutuskan berada "di belakang layar" semua orang tetap bisa melihat dan mengakui kekuatannya.

5. baja mampu menerima tekanan dari segala arah (pada bangunan Truss)

orang bermental baja mampu bertahan meskipun serangan masalah datang bertubi tubi dalam segala aspek kehidupan

6. harga baja mahal

dengan segala yang ada dalam baja, pantaskah kita "menghargai" orang bermental baja dengan murah ?



saya bukan seseorang bermental baja, saya hanya berusaha memiliki mental setangguh baja.






Surabaya, 6 Juni 2015




Rifa Akhsan




Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...