Skip to main content

{ Drama Korea } High School Love On


saya orangnya suka banget nonton drama korea, karena ceritanya yang ringan (tapi sebetulnya juga berat) yang merepresentasikan harapan harapan para perempuan perempuan single yang belum menikah seperti saya.




salah satunya high school love on. drama ini bercerita tentang cinta segitiga yang berbalut konflik keluarga. untuk dedek dedek SMA cerita di drama ini tergolong berat, tapi untuk mbak mbak proyek seperti saya drama ini terbilang ringan.

drama ini punya 20 episode yang itungannya lambat di beberapa episode. bercerita tentang Seul Bi malaikat cantik yang (terpaksa) jadi manusia. Seung Yeol mas mas pinter pendiem yang memiliki pribadi dingin dan cinta sama Seul Bi, dan Woo Hyun yang jadi alasan Seul Bi terus bertahan menjadi manusia.



seneng aja sih ngikutin jalan ceritanya, agak agak supranutal. lucu aja ketika persoalan cinta dikombinasikan dengan hal hal supranatural.

tapi yang membuat saya bertahan sampai akhir nonton drama ini adalah karena peran seorang kokoh Jae Suk yang mirip banget sama kokohnya saya :D





selain kokoh Jae Suk, pemeran lain yang membuat saya bertahan nonton drama ini adalah mbak cantik yang berperan sebagai ketua kelas. entah kenapa dimata saya mbak ini inner beauty nya memancar banget.



kelebihan lain yang saya akui dari drama ini adalah sinematografinya yang sukses memberikan pemandangan ciamik.


selebihnya yang membuat saya bertahan adalah dialog dialog dari drama ini yang quote - able banget.

















saya kasih 8/10 deh buat film ini, good job :))




Surabaya, 3 September 2015




Rifa Akhsan

Comments

  1. Gara2 drama ini, aku jadi jatuh cinta sama Nam Woohyun! Dia bawaannya keren aja gitu, :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan epic nya aku pikir seung yeol yang bakal jadi kakak, ternyata nam woo hyun :)))

      Delete
  2. Bukan penggemar drama korea sih mbak, jadi nggak pernah nonton hehehe... Tapi saya selalu bertanya-tanya, kenapa yang sinetron-sinetron Indonesia nggak bisa bikin cerita sekeren drama-drama luar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. masalah budget produksi dan totalitas sih kalau menurut saya.. juga keberanian membawa sesuatu yang baru

      Delete
  3. Halo kak, salam kenal!

    Saya juga pecinta drama korea nih, dan drama ini one of my fav. Hehehhe

    Gara2 drama ini saya jadi suka sama infinite hahaha... Dan suka banget sama acting seul bi yg polos banget... Aahhh.. Lagi nonton drama apa sekarang mbak? 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai, salam kenal juga

      iya seung yeol sama nam woo hyun sama sama anggota infinite..

      aku lagi nonton high society. kamu ?

      Delete
    2. Saya baru selesai nonton Oh My Ghost, yang masih belum ketonton The Time We Were Not In Love sih, kepotong gara-gara nonton Oh My Ghost duluan hehehe.. High society saya udah nonton juga, lumayan bagus juga :)

      Delete
    3. bagus nggak oh my ghost sama time we were not in love ? aku baru episode awal nonton high society nya

      Delete
  4. Belum pernah nonton sih, tapi gara-gara drama ini Kim Sae Ron jadi tambah terkenal. Dulu nonton Kim Sae Rom di film 'The Man from Nowhere' waktu masih kecil banget, di drama ini udah keliatan dewasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah nggak pernah sama sekali nonton the man from nowhere

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...