Skip to main content

Guru Bijak Berhati Mulia Itu Telah Pergi...


kemarin, 5 oktober 2015 adalah hari yang sulit untuk saya. dunia saya terasa runtuh, "ayah" saya Ust. Imam Sugioto berpulang ke penciptanya akibat terpeleset di kamar mandi setelah wudhu dan bersiap berangkat mengajar ke Darul Ulum.


setiap santri Darul Ulum 2 punya kenangan tersendiri tentang beliau, bagaimana tidak guru tafsir hadist ini tidak pernah sekalipun "dirasani" jelek oleh muridnya. beliau selalu menebar senyum sempurna, setiap orang yang berada dekat dengannya terkena pancaran kedamaian dan kemuliaan hati yang beliau miliki.


bagi saya, Pak Imam bukan sekedar guru tafsir hadist. beliau adalah "ayah" saya. saya bertemu beliau pertama kali di pagi kamis bulan juli tahun 2009. ketika itu beliau dengan santai masuk ke kelas kami, X-7 dan bercerita secara garis besar tentang tafsir hadist. disana saya terhenyak karena untuk pertama kalinya ada guru yang justru tersenyum menerima serangan agresif saya terkait pertanyaan ketuhanan. setelah kelas berakhir saya mengejar beliau keluar kelas untuk menuntut jawaban atas senyuman misterius beliau.

disana saya tau bahwa saya punya "ayah" saya tidak yatim piatu di Darul Ulum, ada orang yang selalu menerima saya apapun yang saya rasakan. beliau memegang rahasia saya mulai dari penglihatan indigo saya sampai masalah percintaan saya.

di kelas XI IPA 4 abah mendapat serangan fatal akibat manuver politiknya. disana setiap hari Senin dan Rabu pak Imam menunggu saya untuk follow up perkembangan kasus yang menimpa abah. selama delapan bulan kotak tissue beliau habis untuk mengelap air mata saya. sampai akhirnya abah dinyatakan bebas murni.

pak imam mengerti setiap masalah saya, bukannya menghakimi beliau  malah takjub dengan kekuasaan tuhan memberikan masalah yang luar biasa pada seorang remaja tanggung seperti saya. dimata beliau tidak ada satupun yang salah tentang saya. semua adalah cerita tuhan.

dari beliau saya mengerti hidup, bahwa dunia dan akhirat adalah sebuah kesatuan harmoni. bukan pasangan kontradiktif, beliau yang mengajarkan saya pentingnya kebersihan hati.

kalau hati Riffat bersih, malaikat gampang mampir untuk menyampaikan ilmu Allah. mudah untuk Riffat bertemu rasul sampai akhirnya nanti sampai ke Tuhan
beliau melogikakan semua yang saya alami sampai saya sendiri yakin bahwa apa yang saya alami sama sekali tidak logis. itu semua dari tuhan. beliau yang hanya tertawa mengetahui saya yang selalu telat bangun shubuh, karena beliau percaya akan ada saatnya saya shalat shubuh tepat pada waktunya.

di kelas XII IPA 5 pak imam yang meyakinkan saya berani untuk ke kamar mandi asrama malam malam dan mengabaikan makhluk makhluk yang "meyapa" saya dan melakukan tahajud setiap malam. bersimpuh memohon pada tuhan untuk masalah masalah yang saya hadapi.


pak Imam begitu luar biasa. menceritakan pengalaman beliau berada di kelas sosial duniawi tertinggi, memberi bukti bahwa impian saya bukan sekedar mimpi. kalau saja pak Imam tidak menurut pada ibunya untuk kembali ke desa Senden di Jombang dan mengajar di Darul Ulum, mungkin pak Imam tidak menjadi "ayah" saya, tetapi menjadi menteri Agama republik Indonesia dengan kekuatan lobby beliau ditambah dengan pemahaman ilmu agama disertai jaringan beliau pada seluruh Kyai nusantara. mengagumkan rasanya mengenal sosok seseorang yang pernah bertemu dan diskusi dengan pengarang kitab kitab wow secara langsung.

bahasa inggris beliau luar biasa, jaringan yang beliau miliki begitu luas, ditambah dengan penguasaan ilmu tafsir yang begitu luar biasa.

sampai akhirnya malam itu...

jam sudah menunjukkan pukul delapan malam ketika saya tiba di Senden. "saya pikir Riffat nggak jadi kesini" ujar beliau yang diamini oleh istri beliau "aduh mbak Riffat dari habis maghrib sudah ditunggu tunggu sama bapak"


malam itu tidak biasanya pak imam memetakan masa depan saya dan Rusma secara komplit, mulai dari karier, percintaan, politik, sampai bagaimana "berbakti" kepada abah umi. pak imam beberapa kali memuji seorang laki - laki dengan kemampuan leadership dan capital yang ia miliki kepada saya. (yang ternyata waktu saya konfirm ke orangnya, si orang juga bilang kalau pak imam memuji saya di depan dia untuk hal yang kurang lebih sama). pak imam sampai menitipkan "pesan" peta politik abah, serta menitipkan salam dan arahan untuk terus setia kepada murabbi mursyid kami.

beliau banyak bercerita tentang manisnya kebersamaan dengan tuhan, arti "manunggaling kawula" atau "wahdatul wujud" hakiki dalam kacamata tasawuf. manisnya buah dari ilmu yang diamalkan secara konsisten, dan manisnya mengetahui apa apa yang tersirat.
dunia ini sudah ampas nak, saya sudah serap habis manisnya
adalah pesan yang baru saya sadari  tentang arti kepergian beliau, beliau bercerita bahwa kini ia hanya harus terus memberikan ilmu yang bermanfaat kepada para santri Darul Ulum 2 sebagai "CSR" nikmatnya hidup yang telah tuhan berikan.

beliau kemudian bercerita tentang perpindahan dimensi yang tidak menjadi halangan bagi mereka yang sudah dibukakan oleh Allah hijabnya atas hadiah kebersihan hati. hati adalah kekuatan luar biasa yang diberikan tuhan untuk kebahagiaan dunia akhirat.

banyak sekali pesan yang beliau sampaikan malam itu, sampai sampai saya dan Rusma pusing saking berat dan banyaknya yang beliau sampaikan. kami bahkan tidak sanggup mencerna sehingga hanya bisa menjawab "iya".


waktu berlalu, kemudian di ahad malam 4 oktober 2015, menurut istri beliau pak imam tiba tiba kembali mengingatkan untuk membaca yasin 40 kali dalam sehari. pesan yang terus diulang ratusan kali selama dua minggu terakhir. kemudian beliau mengajak untuk menyambangi anak beliau yang sedang menghafal al-qur'an. setelah menyambangi anak beliau, seperti biasa beliau duduk membaca kitab tasawuf. kemudian beliau tidur dan bangun sekitar pukul 02.00 untuk shalat tahajud dan melanjutkan membaca kitab. adzan shubuh berkumandang, beliau shalat shubuh dan wiridan sampai jam enam pagi. setelah wirid, beliau ke kamar mandi untuk mandi bersiap ke Darul Ulum, setelah mandi kemudian beliau wudhu dan terpeleset. itulah akhir hayat guru bijak berhati mulia yang selalu menentramkan siapapun yang memandang beliau.

"itu mbak, kitab yang bapak baca tadi malam" 
istri beliau menunjukkan pada saya kitab minhajul abidin yang terbuka, diatasnya terdapat kacamata yang ditaruh sembarangan menunjukkan si empunya lelah mata. di samping meja tersebut tertumpuk kitab kitab tasawuf lain yang tersusun berantakan. tidak kuat menahan tangis, saya lalu segera pamit dan memilih menunggu teman teman lain di halaman rumah.




saya pikir saya belum tuntas pak dengan bapak, sampai saya paham bahwa bapak meninggalkan kami setelah menyiapkan perangkat berupa hati untuk tetap terhubung dengan bapak...

saya masih belum bisa penuhi permintaan bapak untuk tetap sabar dengan laki - laki itu...

maafkan anakmu yang bodoh ini dalam membaca isyarat tuhan yang bapak sampaikan..

saya sudah ikhlas bapak pergi, seperti janji bapak. hati kita tetap terhubung.

selamat jalan pak, tuntas sudah kerinduan bapak bertemu dan memandang tuhan setiap waktu...

engkau tersenyum dalam tidur panjang perpindahan dimensi. bernisan bangga berkafan doa, berkalang pahala...

doa kami akan selalu menemani perpindahan dimensimu pak...

senyum teduh itu selalu menyemangati saya dalam penerawangan pandangan batin...

kami bangga pada bapak, sangat sedikit orang yang "sampai" pada penciptanya dengan sebaik baik pengharapan...

ridhoi kami untuk bisa sepertimu pak...

saya rela bersaksi, dan memohon pada tuhan bahwa neraka haram untukmu...
Riffat bisa nak, Riffat pasti sukses karena Allah hanya memilih sedikit orang untuk ditempa seperti yang Riffat alami...
    



Surabaya, 6 Oktober 2015





Faizah Riffat Ma'rifah

NB : foto saya ambil dari facebook

Comments

  1. Innalillahi, semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya dan semoga ilmu yang diajarkannya akan selalu menambah pahala yangtidak akan terputus, Amiin

    ReplyDelete
  2. Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Allahumma Firlahum Wa'afihi Wa'fuanhum.

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...