Skip to main content

Ridhollohu Bi Ridho Walidain

source

"nasihat orang tua itu didengerin buat dapetin value, bukan untuk proffesional advice"

adalah ungkapan pongah seseorang yang saya baca di sebuah situs media online yang diamini oleh para fans fanatiknya.

DEG, saya lemas membacanya.


banyak yang berpendapat bahwa orangtua sangat tidak kompeten dalam memberikan proffesional advice, terlebih dalam membaca tren dan proyeksi karier masa depan. sehingga nasihat dan arahan orangtua juga harus difilter, mana yang dituruti yang mana yang diiyakan saja tanpa tindak lanjut.

sebelum saya lanjutkan postingan ini, perlu diketahui bahwa ini murni pendapat pribadi saya, dan saya mempersilahkan yang tidak setuju dengan saya untuk berceramah di tab komentar. seperti yang terjadi baru baru ini dan tanpa mengurangi rasa hormat saya tidak akan menanggapi ceramah anda.

oke lanjut.

saya ini anaknya abah umi saya lahir batin, saya tidak bisa menyembunyikan apapun dari beliau berdua. meskipun saya nggak lapor pasti orangtua saya udah ngerasa. ya, sebegitu kuatnya ikatan antara orangtua dengan anaknya.

orangtua mungkin tidak menguasai segala bidang, terlebih prospek prospek bisnis baru berbasis teknologi kekinian. tapi karena keikhlasan beliau berdua oleh tuhan orangtua diberi naluri dan feeling untuk mengarahkan, yang saya buktikan keakuratannya diatas 100% alias tidak pernah meleset.

jangan rendahkan kompetensi orangtua sehingga tidak layak didengarkan proffesional advice mereka, mungkin orangtua tidak memahami terlalu jauh, tapi dengan pengalaman asam garam kehidupan, mereka mampu memproyeksikan secara garis besar. ingat, sebelum memberikan restu orangtua biasanya meminta waktu untuk berpikir, dan waktu berpikir yang beliau minta itu digunakan untuk mempelajari tren dan proyeksi yang kamu hadapi.

tapi kadang kita sebagai anak yang nggak sabaran, saat itu bilang saat itu juga minta jawaban.

Ridhollohu Bi Ridho Walidain

Ridho Allah itu tergantung Ridho Orangtua.

koen kate yakin yaopo'o karo proyeksi utekmu, nek wong tuo nggak ridho yo wes buyar, mergo Allah pasti yo nggak ridho pisan

(kamu mau yakin bagaimanapun dengan proyeksi pikiranmu, kalau orangtua tidak meridhoi ya udah kelar, karena pasti Allah juga nggak akan ridho)

satu contoh yang terjadi pada temannya teman saya, jadi si teman ini sudah memasuki masa skripsi dan sudah tidak ada lagi mata kuliah yang harus diambil. si teman mendapat tawaran kerja di sebuah perusahaan nasional.

si ibu teman bilang "nak, selesaikan dulu kuliahmu, nanti kalau kamu udah resmi sarjana terserah kamu mau apply dimana ibu doakan dan ridhoi. ibu ini memang ndak pernah sekolah, tapi ibu tau kalau fokus itu ndak boleh terbagi"

karena si teman merasa ibunya nggak kompeten untuk kasih proffesional advice, ia pun membawa pikirnya sendiri dengan bilang "bu, ini kesempatan emas. proyeksinya bagus banget untuk karierku kedepan. tawaran ini jarang banget dikasih ke anak yang belum lulus kayak aku ini. aku juga sudah dijamin bakal langsung jadi pegawai tetap begitu ijazahku keluar"

si ibu dengan lesu bilang "yasudah kalau kamu maunya begitu"

si anak yang sok tau tren dan proyeksi ini pun tetap menuruti pikirannya dan menerima tawaran pekerjaan tersebut.

apa yang terjadi ? baru dua bulan bekerja ternyata perusahaan tersebut mengalami rugi besar sehingga harus melakukan PHK. dan si teman termasuk yang terkena PHK.

sekarang apa daya si teman luntang luntung kesana kemari cari kerjaan karena wisudanya telat.

si ibu yang sedih dengan nasib si teman ini cuma bisa menghela nafas "coba nak kamu dulu nurut aja apa kata ibumu yang bodoh ini"

itu sekelumit kisah seorang anak yang orangtuanya nggak ridho atas keputusannya. untuk kisah yang lebih horror silahkan japri saya.

seperti yang kita tau, doa orangtua pada anaknya benar benar tanpa penghalang alias langsung dikabulkan oleh tuhan. berbakti pada orangtua memang sulit, tidak sesederhana membantu ibu di dapur bagi anak perempuan dan membantu ayah mencangkul sawah bagi anak laki - laki. berbakti kepada orangtua adalah tentang mendapatkan ridho, dukungan, dan keikhlasan orangtua atas keputusan yang kita ambil dalam hidup. memang tidak semua keputusan harus dikonsultasikan kepada orangtua, tapi sungkem untuk hal hal besar seperti karier, jodoh, dll mutlak harus menurut arahan orangtua.

jika memang orangtua keras tidak mau, kamu bisa konsul kepada orangtua spiritual, seperti ustad atau guru yang memang sangat mengerti kamu. bukan ustad atau guru sekali lewat yang baru kamu kenal kemarin sore, atau ustad yang kamu kenal via media sosial.

kamu boleh kok, ketika diskusi dengan orangtua menyampaikan pendapatmu "ma, pa, aku udah konsul sama dosen xxx ku, kata beliau aku baiknya bla bla bla" pasti orangtua juga akan mempertimbangkan, asal cara menyampaikannya santun. bukan asal tabrak apalagi maksa.

kalau memang kira kira orangtua sangat asing dengan bidangmu, cari orang yang kira kira bisa membantu memberi pandangan ke beliau, bisa kakak, om, tante, dll toh tidak ada orangtua yang mau anaknya nggak sukses. semua pasti mau yang terbaik untuk anaknya, hanya saja orangtua memang memiliki keterbatasan memahami secara langsung karena memang bukan bidang mereka. sabar, beri mereka waktu sampai mereka merasa siap memberikan restu atau tidak, kalaupun orangtua tidak merestui, pasti orangtua memiliki alasan kuat dan solusi untuk kamu.

jangan sampai kita termasuk kedalam golongan anak durhaka hanya karena kita terlalu merasa tinggi sampai sampai berani melawan orangtua dengan pikiran sendiri dan adab yang buruk.





Surabaya 10 Oktober 2015




Riffat Akhsan




Comments

  1. siiip. mulai keluar kebijaksanaannya. tulisan tenang beralur tanpa menggurui yang pasti menyentuh isi hati. jika batin itu bicara berbicara, dia menginginkan engkau meng iya kan saja. terima dulu perkara paham gak paham waktu yang membimbing. adab yang baik pembuka pintu sorga yang bernama kemudahan pikiran. ada saja yang bisa bikin ngeh dengan sebuah kata ajaib "AHA", sekarang aku paham. asyik bukan?.

    ReplyDelete
  2. jurusan saya bukan dari orangtua sih, mereka pernah nyaranin Ekonomi tapi saya nolak soalnya saya kurang suka, tapi Alhamdulillah didukung kok jurusan saya sekarang

    ReplyDelete
  3. setuju mba tulisannya.... kadang2 sebagai anak yang baru pengalaman sedikit tapi merasa jauh lebih banyak tahu ketimbang orang tua hanya karena mungkin pendidikannya lebih tinggi dari ortunya...

    "coba nak kamu dulu nurut aja apa kata ibumu yang bodoh ini" baca ini kok sedih ya...

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...