Skip to main content

Hadiah untuk Kak Ai : Percakapan Sore Itu



saya adalah anak perempuan pertama di keluarga saya, sebagai anak pertama pasti pengen banget punya kakak dong. nah, saya tuh selalu bermimpi untuk punya kakak laki laki. kekuatan mimpi membawa saya punya banyak "kakak laki laki" :))) sehingga saya tidak pernah terpikir bagaimana rasanya memiliki kakak perempuan.

kemudian kak ai dikirim tuhan hari itu, dari pertemanan via twitter kami akhirnya dipertemukan di Malang. calon dokter gigi yang cerdas dan sama hebohnya dengan saya, serta kedewasaannya yang diatas saya praktis membuat saya mengerti begini rasanya memiliki kakak perempuan.

tuntutan pekerjaannya sebagai dokter muda membuat kak ai bertemu beragam jenis karakter manusia, oh iya kak ai juga punya bisnis kosmetik handmade hasil joinan dengan rekan sesama dokternya. kak ai juga punya bisnis craft handmade berupa tas batik dengan kulit asli yang harga sebiji tasnya minimal seharga gaji PNS golongan III A.

pribadi kak ai yang berwawasan luas membawa pembicaraan kami tiada habisnya, mulai dari skandal rombongan twitter, gossip artis, kearifan kehidupan, kehidupan profesional, intrik bisnis di kalangan pengusaha muda, hingga masalah per ghoib an bisa menjadi topik seru obrolan kami.



"fat, kedepan aku mau investasi sawah, dalam sepuluhan tahun kedepan bisnis yang paling menjanjikan ada di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan"

saya tertegun.

pertanian, investasi sawah.

sebelumnya saya pernah menulis betapa saya mengagumi filosofi sawah tapi cuma sebatas itu, tapi dokter muda yang juga pengusaha ini menjelaskan ke saya fakta yang saya tidak pernah lihat.

selama ini kita selalu menganggap pekerjaan tani adalah pekerjaan "ndeso atau "kampungan" padahal petani sekarang sudah open minded lho, mereka sudah mengerti cara penjadwalan pembibitan dengan software, perhitungan kadar air dengan aplikasi, mereka sudah mengerti investasi ini itu dengan teknologi.

dan benar kata kak ai, sampai kapanpun indonesia butuh padi sebagai ujung tombak ketahanan pangan. bukan keju, dimsum atau roti gandum, tapi nasi. dan kita sering terjebak dengan stigma rendah pekerjaan tani.

sekarang emang lagi hype semua semua yang berbau IT. tapi sayang banget kalau peruntukannya hanya untuk warga kota yang hp nya smartphone dan jaringan 4G LTE.  rugi banget kalau hanya menembak pasar eksekutif muda perkotaan yang "katanya" segmen paling gurih itu...

saya kasih gambaran, harga jual sapi tuh sekarang tembus angka 30 an juta per ekor (hasil ngobrol sama peternak). kalau saja lebih banyak mereka yang mau garap sektor perkebunan, pertanian, kelautan dan peternakan, saya yakin indonesia bakal lebih cepet jadi negara dengan ekonomi kuat.

teknologi untuk semua, adalah cita cita kak ai dengan investasi sawahnya.

kak ai mau petani lebih open minded lagi, sehingga mereka mapan dan kita nggak perlu impor.

sebuah pandangan berbeda dari seseorang yang tidak perlu intimidasi berlebihan, tapi mampu membungkam saya.

selamat ulang tahun kak ai, cepetan sumpah dokter, sukses buat masker kefir dan yourstyleindonesia, cepetan nikah....

barakallah fii umrik, amin untuk semua doa baik yang ditujukan ke kak ai.

kapan kapan, ayo kita rumpik lagi :*






Surabaya, 20 April 2016




Riffat Akhsan

nb : photo by @lalasati

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...