Skip to main content

Jalan Kaki Muterin Malang Kota Tua


"mas Naufal, ayo kita jalan jalan ke daerah gereja kayutangan"

"ayo"

Belanja menjajah negeri ini selama berabad - abad, tidak heran mengapa kini kota tua Indonesia didominasi oleh bangunan bangunan ala negeri pecinta emas ini yang masih berdiri kokoh di umurnya yang sudah ratusan tahun.



kalau Surabaya kita bisa menyusuri daerah kota tua ini mulai dari daerah House of Sampoerna, jembatan merah, polrestabes Surabaya, terus sampai tugu pahlawan.

Malang memiliki kawasan kota tua yang terpusat di sekitar alun alun, dilengkapi trotoar yang "cukup" nyaman, saya Rusma dan mas Naufal memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri kota tua sembari menyerap energi yang Malang miliki untuk kebutuhan jiwa kami yang perlu rehat.



dimulai dari Bank Indonesia kemudian gereja Kayutangan, kami menyeberang ke arah pasar besar, terus melewati wisma Tumapel, kemudian tembus balai kota, berbelok melewati hotel tugu, java dancer (the best coffe house in town), pasar bunga dan pasar hewan, kemudian berakhir di alun alun.

 
sebenarnya kota tua merupakan salah satu wisata andalan Kota Malang, sayang tidak ada satupun warga negara Indonesia yang kami temui selama acara jalan kaki kami tengah hari itu. kami hanya berpapasan dengan beberapa warga negara asing yang sudah berumur senja dengan memanggul carrier besar dan tampak bahagia mengambil gambar arsitektur neo gothic bangunan bangunan lama di sekitar kota tua dari berbagai angle.

bank Indonesia yang bersebelahan dengan kantor pajak Malang Selatan berdiri megah dengan cat dan pagar putihnya, terlihat beberapa petugas keamanan berjaga di hari Sabtu yang seharusnya sih nggak lembur untuk para pegawainya.



di depan kantor pajak terdapat halte dan jembatan penyeberangan menuju alun alun, satu langkah yang bagus mengingat traffic jalan yang cukup ramai (namun tidak bisa dibilang padat juga).

sampai di gereja Kayutangan, sebuah gereja katolik megah yang sayangnya berbau pesing di beberapa sudut trotoar. kami sempat ditawari masuk ke dalam kompleks gereja agar lebih leluasa berfoto yang kami tolak dengan halus. cukup foto dari trotoar saja.


kami sedikit kesulitan menyeberang dari depan gereja Kayutangan menuju pasar besar. aneh, di perimpangan yang cukup ramai tersebut kenapa tidak ada zebra cross atau rambu sama sekali ? hanya ada satu polisi cepek yang berusaha mengatur arus.

jam 12 siang merupakan waktu aneh untuk berjalan kaki, tapi Malang dengan suhu udara dingin dingin AC mampu membuat acara jalan kaki kami menyenangkan.

sampailah kami di depan wisma tumapel, wisma ini tergolong horror site yang lagi hits di kalangan anak muda Malang. setelah sekian lama ditutup, wisma yang merupakan bangunan lama yang tak terurus kini menjadi aset universitas negeri Malang.

saran saya, nggak usah main main atau foto foto lah di wisma itu. "yang disana" nggak suka dan terganggu dengan kehadiran kalian...


wisma tumapel - balai Kota - hotel tugu adalah segitiga dingin mencekam yang saya hindari untuk berjalan jalan. apa daya, kota tua selalu sepaket dengan tempat tempat dengan aura mistis.

pasar bunga dan pasar hewan cukup mencairkan suasana dingin mencekam yang dipancarkan oleh tempat tempat yang sebenarnya-saya-nggak-mau-kesana dengan suasana pasarnya yang cukup menyenangkan.

java dancer dengan kopinya nggak boleh dilewatkan untumu pecinta kopi, di dekat hotel tugu ada toko oleh oleh dengan sign "ice cream" besar di depannya. sayang waktu saya mau beli ternyata yang dijual bukan es krim, tapi es puter :(

jalan kaki saya berakhir di Alun Alun, di seberang Alun Alun kamu bisa ke toko oen (tapi saya nggak kesana) dan ke hotel di sebelahnya. bagus buat foto foto.

sedikit berjalanan kamu bisa ke Masjid Agung Malang yang bersebelahan dengan gereja besar juga. pokoknya kawasan kota tua malang ini terpusat di sekitar alun alun kok sehingga cara paling asyik menikmatinya adalah dengan berjalan kaki.

untuk kamu yang menyukai wisata kota tua, Malang kota tua boleh banget masuk list kamu karena keunikan arsitekturnya yang berbeda dengan kota tua Jakarta dan Surabaya.

selamat jalan kaki :)





Surabaya, 23 April 2016



Riffat Akhsan  
 

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...