Skip to main content

Ibu Saya Bukan Dokter, Tapi Beliau Paling Tau Apa yang Terjadi Pada Saya



saya pernah menulis untuk ibu saya di sini dan di sini. beberapa hari yang lalu ibu saya mengunjungi saya ke Surabaya dan kemudian kemarin beliau balik ke Bontang. ibu saya menyampaikan banyak hal pada saya, saya memang tidak bercerita secara gamblang tapi naluri seorang ibu menuntun beliau mengatakan hal hal berikut :




1. kalau saja umi dulu menyerah memperjuangkan cinta sejati dengan abahmu. mungkin sekarang tidak ada kamu di hadapan umi dan umi akan patah hati dan tidak akan menikah sampai mati. perjuangan cinta sejati tidak pernah mudah. tapi yang pasti, selalu ada pertolongan tuhan bagi mereka yang tulus mencintai.

2. kadang umi sebagai orang tua harus menyamakan persepsi dengan anak. anak sudah menunjukkan bakti semampunya pada orang tua, namun terkadang kami orang tua yang selalu menuntut bakti anak sehingga sering terjadi konflik.

3. teruslah untuk menulis, karena kita hidup untuk menulis.

4. jangan sakit, dan jangan masuk rumah sakit karena kamu mau ujian

5.  jangan kalah sama tugas kuliah, tugas dirancang untuk bisa kamu kerjakan dengan baik.

saya yang mewarisi gengsi setebal balok es jelas aja cengar cengir dibilangin kayak gitu sama umi saya.

setelah umi saya balik ke Bontang, saya menangis tersedu sedu karena semua yang dikatakan oleh umi saya adalah solusi dari apa yang terjadi pada saya beberapa minggu terakhir. dan terang saja, satu hari sebelum postingan ini ditulis saya hampir masuk UGD karena sakit langganan karena stress yang mampir di tubuh saja. kalau saja umi saya tidak mewanti wanti saya untuk tidak sakit, mungkin saat ini saya sudah terbaring opname di rumah sakit langganan.

ada hal hal yang terjadi antara ibu dan anak yang sangat tidak masuk akal namun nyata adanya. ibu saya bukan dokter, bukan pula peramal. beliau adalah perempuan luar biasa yang mempertaruhkan setengah nyawanya demi lahirnya saya ke dunia. beliau pula orang yang paling tulus mendoakan kesuksesan saya.

seperti sabda Rasulullah yang menyebut ibu tiga kali kemudian ayah. ibu yang memiliki hak mutlak atas hidup saya dengan pelajaran tentang bertahan hidup yang ayah saya ajarkan.







Surabaya, 21 Mei 2015



Rifa Akhsan

Comments

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...