Skip to main content

Migrasi Ke Macbook

Photo by Alex Cheung on Unsplash

postingan ini dimaksudkan sebagai pengingat, untuk mengasah ketajaman rasa syukur saya pada tuhan. sebuah titik dimana saya sadar bahwa realistis tidak selalu benar. kita lebih butuh mimpi untuk hidup alih - alih prasangka yang lebih banyak salahnya.

saya bersyukur akhirnya mampu mewujudkan mimpi sederhana dalam wujud laptop macbook pro.  benda yang tidak sempurna, dan mungkin tidak memenuhi idealisme mereka di luar sana. tapi saya bersyukur, atas kasih sayang tuhan dalam wujud laptop ini.


Photo by Christian Bouvier on Unsplash


waktu saya pakai Asus dulu, 2 tahun setelah beli baterainya rusak. saya lalu beli baterai baru original dan bertahan selama 1 tahun. tapi, sisi sedihnya adalah dia kalau udah lowbatt main mati aja nggak bilang - bilang. padahal sudah saya set lowbatt notification nya semaksimal mungkin. masa - masa itu saya masih jadi staff di divisi drawing. sering banget saya nangis karena Asus tiba - tiba mati tanpa ngesave hasil AutoCad saya. singkat cerita baterainya soak dan akhirnya dia kembali menjadi laptop tanpa baterai. harus nyolok listrik terus. 

ganti baterai waktu itu artinya ganti charger laptop juga. ntah apakah karena beda tegangan apa gimana itu ngaruh ke trackpad. padahal saya beli charger ori juga. trackpadnya jadi liar dan nggak bisa saya pakai. bukan nggak berfungsi lho ya. 

akhirnya di Februari tahun lalu saya beli lagi baterai original Asus. waktu itu beban kerja saya udah lumayan sebagai Junior Executive bagian corporate finance. tapi kemudian baterai itu soak juga dalam waktu tiga bulan. sudah lepas garansi hitungannya. saya nggak tau kenapa kok bisa sependek itu umur si baterai. apakah karena memang umurnya si Asus yang renta, ada isu di kualitas baterai original yang saya beli, ataukah memang saya yang make laptop secara kurangajar.  

semenjak dia (Asus) kembali ke kondisi azali yang harus terhubung listrik dan mouse, saya jadi kehilangan sparks joy memiliki laptop. saya merindukan laptop yang serupa bagian hidup. bisa dipakai cari uang (kerja) sekaligus bisa bikin bahagia. masa - masa yang cukup berat. saya nggak bisa nge-blog, nonton drama korea, ataupun sekedar browsing. karena setiap saya lihat Asus, yang saya lihat adalah kerjaan yang belum selesai, deadline yang numpuk, dan keribetan harus setting up ini itu hanya untuk bikin si laptop nyala.  

saya  merindukan laptop yang bisa saya taruh di meja lipat atas sofa. cukup si laptop aja tanpa kabel charger dan mouse. laptop yang ringan di hati saya. laptop yang bisa meringankan beban saya.


Photo by Sincerely Media on Unsplash


saya berdoa ke tuhan untuk bisa punya laptop yang bisa saya pakai tiduran sambil nonton drama. tanpa charger dan mouse. tepat sebulan kemudian, tuhan kasih saya macbook yang memiliki power baterai full charge capacity maksimal dan cycle count nol. proses dihadiahi macbook ini oleh tuhan sudah saya tulis di postingan ini

Asus masih bagus secara fungsi, tidak kurang satu apapun selain isu baterai yang saya ceritakan di atas. setelah enam tahun dia bersama saya, sekarang laptop itu saya kasihkan ke salah satu staff yang bekerja sebagai asisten saudara kembar saya di kantor. sementara Asus milik saudara kembar saya dia kasihkan ke graphic desainer paradase.id, sebuah perusahaan media online yang masih terafiliasi dengan holding company keluarga saya. kadang - kadang saya juga ikut mengisi kolom "gaya" dengan tulisan saya di sana.


Photo by Thomas Budge on Unsplash

saat ini saya memiliki rencana untuk upgrade RAM dan SSD. tulisan ini saya arsip sebelum saya install ulang macbook saya. saya belum punya hard disk, jadi tidak bisa menggunakan teknologi time machine ala macbook. 

here the software i'll be installed on and keep in dock :

Software Buat Kantor :

1. Microsoft Office 
2. Foxit Reader
3. To Do Ist
4. Microsoft Teams 
5. Calender 
6. WhatsApp
7. Stickies
8. Spark
9. Notebook
10. The Unarchiver

Software Buat Bahagia :

1. Viu
2. Spotify
3. Nord VPN
4. Google Chrome
5. MK Player

Software Buat Kinerja Macbook :

1. Clean My Mac
2. Amphetamine


segitu aja kebutuhan software saya. tapi kenapa harus upgrade RAM dan SSD ?

microsoft excel. that's the answer.

gini beb, saya tuh kalau buka Time Schedule proyek MYC (multi years contract) yang punya ratusan minggu harus barengan sama rekap volume mingguan yang juga ratusan minggu plus BoQ (Bill of Quantity) yang juga berupa excel dengan analisa harga satuan dengan ribuan item. nah ketiga dokumen ini aja udah berat banget kayak dosa saya. ditambah para dayang - dayang berupa WhatsApp, Spark (email), word / foxit reader (baca kontrak dan kerangka acuan kerja), spotify (dengerin lagu, biar nggak stress), finder, dan koordinasi lewat microsoft teams.

kebayang kan hang nya macbook saya ?

oke deh segini dulu tulisan saya, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca.




Bontang, 20 Mei 2020 




Riffat Akhsan, -- yang lagi bahagia karena hari ini hari terakhir kantor sebelum cuti bersama lebaran.




Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...