Skip to main content

Secret Clean Antiseptic Hand Sanitizer : Clean and Scent !

bagaimana pandemi untuk sektor konstruksi ?

kamu nggak takut Corona ?

dua pertanyaan di atas bukan sekali menghampiri saya. di awal saya tidak benar - benar tau seperti apa penyakit ini. yang saya pahami (dan patuhi) adalah selalu jaga imunitas tubuh dan pakai masker karena basicly ini adalah kind of viruses seperti (mungkin) flu atau SARS.

ditugaskan ke Balikpapan, membuat saya dekat dengan Paman (adik abah) yang kebetulan pejabat di satker kesehatan pelabuhan. begitu pula dengan kakak sepupu yang bekerja di kantor yang sama dan istrinya yang bekerja di Puskesmas

dari Paman dan kakak, saya mulai melihat seperti apa dampak dari virus ini. saya tidak takut mati. iman saya meyakini bahwa umur itu perkara tuhan. namun tekanan mental nya lah yang membuat jiwa saya gentar.

sektor saya secara umum serta tugas dan tanggungjawab saya secara khusus memang tidak memungkinkan saya untuk Work From Home. kalau mau heroik, simpelnya bisa dikatakan "kalau kami yang bekerja di sektor infrastruktur jalan raya juga WFH, lantas bagaimana masyarakat di daerah perbatasan bisa cepat mendapat pertolongan ke RSUD terdekat ?

saya sempat WFH selama dua bulan dan menjalani WFH secara bergiliran selama New Normal. semakin mendekati akhir tahun, saya masuk kantor secara penuh dengan protokol kesehatan ketat.

jika ditanya mengapa. jawaban personal saya, fasilitas kantor saya tidak bisa saya duplikasi di kamar kost.  ada banyak sekali dokumen yang tertahan selama WFH dan tidak bisa diserahkan kepada orang lain meski kelihatannya "hanya" ngeprint. kemudian tentang piring nasi, sarapan dan makan siang saya masih ditanggung kantor dan ada banyak sekali koordinasi dengan pihak terkait yang tidak bisa di - online - kan. seperti pengesahan dokumen proyek yang membutuhkan tinjauan dan validasi lebih dari satu orang pimpinan.

ya begitulah. rasanya berangkat kantor kayak berangkat perang. bukan takut mati. tapi kalau saya positif,  saya dikirim ke Asrama Haji Manggar harus isolasi mandiri. sendirian. nggak ada Wifi. kuota Kartu Halo saya langsung angkat bendera putih. perasaan akan "dikurung" sendiri tanpa wifi ini yang lebih menekan.


Di awal November, separuh penghuni kantor rekanan kerja saya positif. mereka semua isolasi mandiri di Asrama Haji. kantor saya langsung waspada dan melakukan tracing. saya adalah salah satu yang sering rapat kesana.

saya jadi semakin tertekan takut jangan - jangan saya tertular tapi tidak merasa.
beruntung overthinking ini diakhiri dengan hasil rapid test non reaktif.  


meski begitu, kewaspadaan untuk lebih menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat pasti ada lah ya. sebagai bagian dari sikap defensif saya, saya mulai mengevaluasi apa saja protokol kesehatan saya yang masih perlu diperketat lagi.

pakai masker medis all the time, sudah. jaga karak aman, tentu saja. mengurangi ke tempat - tempat yang nggak perlu dan pusat keramaian, sudah. minum vitamin, sudah. pakai hand sanitizer, ngggggg.

nah, saya merasa saya kurang disiplin pakai hand sanitizer karena tersugesti "bersih" berkat wudhu. selain itu karena hand sanitizer kantor bau alkoholnya menyengat dan mengingatkan saya dengan bau rumah sakit. bukan langkah yang bagus untuk mereka yang berusaha tetap waras di situasi tidak waras seperti pandemi ini.

kemudian salah satu rekanan saya, mas - mas Satker di Kementerian PUPR, ngasih saya hand sanitizer ini. wow harum banget, nih. pikir saya. kebetulan memang selama ini saya jaga - jaga punya hand sanitizer dalam wujud parfum gel merk eskulin yang saya tidak tau berapa persen kandungan alkoholnya.

wah si Secret Clean Antiseptic Hand Sanitizer ini meruntuhkan kemalasan saya pakai Hand Sanitizer karena wangi nya yang seharum parfum. saya langsung beli dong, gapapa deh nggak direimburse kantor yang penting saya happy pakai nya.

usut punya usut ternyata produk Hand Sanitizer milik Secret Clean ini viral ya. haha baru tau saya pas kepo kepo sama Product Knowledge nya. ternyata dia ini masih satu produksi sama Herborist. wow. produk lokal ya, saya pikir ini dari luar.

selain itu aromatik Aloe Vera nya si Hand Sanitizer ini juga ngasih dukungan mental kalau saya masih tidak kehilangan kemampuan untuk indra penciuman. pandemi ini bener - bener bikin kita bersyukur kepada hal - hal sesederhana bisa mencium aroma ya.

jadi, dengan kandungan alkoholnya yang mencapai 70% beneran mengalihkan saya dari repurchase Eskulin (Parfum Gel yang saya fungsikan sebagai Hand Sanitizer) karena aproved by Kemenkes dan pastinya alkohol segitu banyak diyakini bisa lah ya membunuh bakteri dan kuman 😃😃😃

punya saya adalah yang versi spray ukuran 100 ml. so far saya sudah repurchase juga. harumnya segar dan seperti parfum. kayak Scent Parfume gitu. nggak eneg dan nggak bikin pusing. harganya juga murah. cepet menyerap di tangan dan nggak lengket. aku cinta 💕💕💕

jadi, buat kamu yang lagi cari Hand Sanitizer yang "nggak umum" dan worth to buy ada baiknya mempertimbangkan Secret Clean Antiseptic Hand Sanitizer ini. denger - denger dia ini masuk dalam list Shopeemart gitu jadi ada keuntungan gratis ongkir di luar periode gratis ongkir. mungkin bisa coba dilihat aja, tapi saya nggak tau info pastinya karena saya beli produk ini di istrinya temen kantor. 

so, stay safe and stay healthty semuanya.

karena di masa pandemi ini kesehatan dan kestabilan finansial adalah yang utama.

jangan lupa bahagia !






Balikpapan, 9 Desember 2020





Riffat Akhsan -- yang masih berjuang dengan pilek 😪😪😪

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...