Skip to main content

Cara Bagi Waktu Ala Mbak Rifa


selama saya ujian, ada beberapa yang tanya ke saya. via twitter dan nanya langsung. pertanyaan nya beda beda sih ya, sesuai style yang tanya. tapi intinya satu "gimana sih caranya mbak Rifa bagi waktu ?"

dengan sistem kerja nggak ada cuti ditambah tugas kuliah yang nggak manusiawi emang wajar banget sih ada yang heran "kok gitu Rifa sempat aja ngeblog" wajar banget ada pernyataan kayak gitu sewajar mantan kamu yang mutusin kamu dengan alasan kamu terlalu baik.

jangankan kamu, saya juga bingung kenapa saya selalu punya waktu untuk nulis blog. ribet kan ? ah masih ribet juga mereka yang pacaran beda agama. eh maap.

pada intinya menulis adalah passion saya. ecieh.



entah kenapa, menulis selalu memberikan perasaan baru yang candu bagi saya, itulah kenapa sesumpek sumpeknya saya, pasti saya sempatkan nulis (kalau mood nya pas juga sih). semakin saya sumpek, semakin banyak tulisan yang saya hasilkan.

kembali soal management waktu, pada intinya saya hanya mengamalkan skala prioritas.

seorang mbak mbak proyek kayak saya ini selalu ditekankan oleh bos bos saya tentang pentingnya memanage prioritas.

kantor saya memang tidak memberikan jatah cuti bagi karyawannya, tapi mereka memberi fasilitas berupa internet tanpa batas dan tidak adanya tekanan pekerjaan.

saya misalnya, masuk kantor pukul 10 pagi, Ferdi, rekan saya baru masuk kantor jam 11 kurang lima belas menit sementara bos saya pukul 8 lebih tiga puluh menit sudah berada di ruangannya, kami dibebaskan untuk jam masuk kantor. yang penting sudah di kantor sebelum jam makan siang. sistem pekerjaan saya : saya diberi pekerjaan, diberi tanggal deadline. setelah itu semua terserah saya, mau saya kerjakan sambil makan, sambil nyanyi, sambil nonton serial korea, sambil online terserah saya, bos saya tidak masalah asalkan pekerjaan saya saya serahkan tepat waktu dan hasilnya memuaskan. bos bos saya dan para petinggi holding company tempat saya bekerja memiliki prinsip bahwa semakin nyaman suasana kantor, maka semakin produktif karyawannya.

soal ide, ide kadang suka datang nggak sopan. kalau saya ide ngeblog bisa muncul kapan saja dan dimana saja, terutama waktu meeting kantor. munculnya ide ini saya siasati dengan saya tulis di buku catatan yang selalu saya bawa kemanapun. jadi ketika ada mood, saya bisa langsung ngeblog.

kalau kuliah, tugas kuliah juga saya kerjakan kalau mood ngerjakan muncul di sela- sela kerjaan kantor. tapi memang kadang tugas kuliah lebih bikin sakit kepala sih daripada tugas kantor.

kalau dapat paid review, saya jarang ngerjakan waktu jam kantor. soalnya paid review itu mikirnya lama. saya biasanya ngerjakan paid review itu malam sebelum tidur, nggak tau kenapa mood ngerjakan paid review selalu hadir menjelang tengah malam.

tugas kantor, tugas kuliah, dan hadapan sama orang rese di internet memang melelahkan, saya juga bukan robot. saya juga bisa sakit, dan sakit langganan adalah thypus. penyebabnya apalagi kalau bukan karena kecapekan.

dengan skala prioritas, semua bisa berjalan kok :)

pintar pintar memanage prioritas ya :)

kalau kamu, cara bagi waktunya gimana ? share yah di komentar.






Kubikel Kantor PT Borneo Sentra Teknik Consultant
Bontang, 8 Juli 2015





Rifa Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...