Skip to main content

Dagelan yang Copas, dan Labilnya Anak Twitter


beberapa hari yang lalu, jagat twitter rame karena berita musibah yang menimpa admin akun dagelan. akun berfollowers jutaan yang oleh para advertiser dikategorikan dalam kategori "great influencer" untuk exposure produk mereka.

para following dan followers yang saya followback rame, ditambah dengan meledaknya kemarahan salah seorang selebtwit dengan kelakukan admin dagelan ini yang tukang copy paste kemana mana tanpa menyertakan sumber. hebohlah timeline saya membahas si akun dagelan ini, banyak twit twit bermunculan untuk menunjukkan eksistensi bahwa yang berceloteh mengetahui dan berusaha menunjukkan eksistensi bahwa mereka paham atas kasus dagelan ini.



saya juga ikut ngetwit sih, saya dikirimi screenshot koran yang memberitakan. alih alih membahas kelakuan copasnya dagelan saya malah ngomongin tentang redaksional koran yang memberitakan -___-" dasar editor

fenomena tukang copas trus dapat duitnya dagelan ini. sebenarnya sebelumnya sudah ada legend copas bernama DwitasariDwita. saya emang nggak follow si Dwita, tapi beberapa akun yang merasa twit dan sajaknya serta puisinya dicopas sama si doi cerita dan nunjukin bukti ke saya. fix emang si Dwita ini tukang copas. yang lebih mengerikan para followers si Dwita ini langsung membully para pelempar isu yang mengatakan bahwa si Dwita ini copas. yang ada mereka bilang orang yang ngaku dicopas Dwita justru yang copas punya Dwita -___-

dagelan pun begitu, saya follow dagelan. dan mereka yang meme dan twitnya dicopas dagelan juga cerita dan menunjukkan bukti. dan saya diem aja. cukup tau kok setiap dagelan posting dia copas darimana kontennya. berbeda dengan followers Dwitasari yang aktif di twitter dan membully mereka yang mengaku kontennya dicopas Dwita, para followers dagelan ini cenderung tidak aktif bersosial media, dalam hal ini twitter dan instagram. memang pertumbuhan followersnya baik, namun di twitter, engangement akun dagelan ini rendah. tidak seperti akun akun lain yang followersnya tidak sebanyak dagelan, tapi memiliki engangement yang tinggi per 1 konten.

ada hal yang lucu dari mereka yang ikut ikut berceloteh tentang akun dagelan ini, sebagian besar dari mereka mencaci dagelan tapi diakhir twit mereka bilang "saya nggak pernah follow akun ini". lah kontradiktif kan ? cara paling ampuh untuk memantau pergerakan konten seseorang itu dengan follow, kalau kamu follow kamu bisa sah bilang dia copas punya si anu, soalnya si anu upload jam segini trus si dagelan upload jam segitu.

ini sama halnya dengan para selebtwit dangkal otaknya yang ngetwit soal presiden dan pemerintahan secara asal padahal informasi yang didapat masih sepatah sepatah tapi langsung mendapat ribuan retweet. hei, kamu bangga dengan ribuan retweet itu, tapi dimata mereka yang memang mengerti politik dan pemerintahan. mereka hanya diam tapi sibuk menertawakan para selebtwit ini dalam hati.

twitter memang paling asyik untuk buang sampah dan cari teman baru, bukan untuk sok menganalisa. karena bisa jadi itu bumerang untuk diri sendiri. karena kita nggak tau seberapa pintar followers kita. mereka datang dengan latar belakang yang berbeda, dan satu hal yang saya tau pasti, mereka yang memang luar biasa pintar dan cerdas tidak gampang reaktif atas twit seseorang. tapi dalam diamnya mereka menganalisa.

twittermu, harimaumu.

bijak bijak lah dalam bertwitter, dibandingkan menggunakan twitter untuk sok menganalisa tentang agama dan pemerintahan, mendingan buat lucu lucuan dan gabung di komunitas yang sesuai passion kan ?





Bontang, 28 Juli 2015





Rifa Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...