Skip to main content

Lebaran Ala Keluarga Akhsan



lebaran baru saja berakhir, ini ditandai dengan masih magernya saya untuk ngantor. cerita lebaran masih tersisa dengan pertanyaan "kapan kawin" masih menjadi juara nyebelinnya.

Saya Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan juga merayakan hari raya idulfitri bersama keluarga saya, keluarga Akhsan. kami merayakan lebaran di Kota Bontang, kota rumah kami tercinta. tahun ini saya nggak mudik karena kai dan nini saya dari kedua orangtua sudah tiada dan kami merasa Bontang adalah kampung kami jadi sudah tidak ada cerita mudik semenjak kai dan nini meninggal.



                                     

Bontang adalah kota multikultural dengan tidak ada suku asli di sini, penduduk Bontang berasal dari suku dari seluruh Indonesia yang sama seperti keluarga saya : sudah merasa, menganggap dan menjiwai bahwa Bontang adalah kampung kami.

ada kebiasaan tahunan unik yang mewarnai lebaran kami di kota ini, yang mungkin saja tidak ada di kota lain. apa saja itu ?

keluarga Akhsan sungkem nya sebelum berangkat shalat ied. karena setelah shalat ied kami harus ke Majelis dan setelah pulang ke rumah, rumah kami langsung kebanjiran tamu. sayangnya setiap tahun di Bontang saya selalu menemukan khatib shalat idulfitri seringkali salah menyebutkan "jamaah shalat idulfitri" dengan "jamaah sidang jum'at" -____-

setelah shalat ied kami langsung ke rumah paman guru. paman guru (begitu saya menyebutnya) adalah seorang wali Allah yang masih memiliki hubungan darah dengan saya dan sudah menjadi guru spiritual keluarga Akhsan dari saya masih kecil. paman guru adalah pemimpin Majelis Ta'lim Al - Munawaroh (yang kemudian saya sebut The Munawaroh's) yang menjadi tempat kami bernaung secara spiritual keagamaan. The Munawaroh's memberikan keluarga baru bagi saya karena hangat dan rekatnya para anggota Majelis ini.



identitas suku menjadi ciri khas kuliner lebaran. karena keluarga saya berasal dari suku banjar, maka setiap tahun kami wajib masak soto banjar dan lapat. Soto Banjar dan lapat adalah makanan khas suku banjar. tetangga tetangga di kompleks rumah saya sudah memiliki pakem kalau mau makan soto banjar ya ke rumah saya. begitu juga yang lain, kalau saya mau makan coto makassar saya akan ke rumah si anu, kalau saya mau makan soto bandung saya ke rumah si itu, kalau saya mau makan gudeg saya ke rumah itu, dan sebagainya. di Bontang keberagaman etnis sangat terasa, itu juga yang menjadikan identitas harus masak apa untuk lebaran setiap tahun.



keluarga kami ada keluarga yang dikunjungi, bukan keluarga yang mengunjungi. di sini team silaturahim terbagi menjadi dua, team mengunjungi dan team dikunjungi. team mengunjungi biasanya terdiri dari orang orang baru di komplek kami atau keluarga muda. sementara team yang dikunjungi adalah orang orang lama di komplek saya, dan keluarga yang anaknya tumbuh besar di komplek saya dan sekarang udah pada kuliah atau kerja. team yang dikunjungi (termasuk keluarga saya) menerima tamu setelah shalat ied sampai sekitar jam 10 malam. yang namanya tamu itu datang tiada henti, silih berganti masuk ke rumah. itulah kenapa team yang dikunjungi tidak bisa "muter" komplek menjadi team yang mengunjungi.


wisata kuliner secara gratis. "Rifa, main gih ke rumah tante, tante masak bakso" adalah ucapan ajakan dari tetangga saya yang tidak menjadikan makanan daerahnya sebagai menu lebaran setiap tahun. tetangga jenis ini biasanya tiap tahun menu lebarannya beda, nggak bisa ditebak gitu. kalau sudah mendengar ajakan semacam ini saya dan Rusma kerja keras untuk keluar dari rumah disaat tamu lagi agak longgar dan cus kami makan disana. kadang saya dan Rusma ditelpon oleh tetangga jenis ini dan kami menjawab akan ke rumahnya pada saat jam makan siang atau jam makan malam.

angpao dan para pemburu angpao. ya, kebiasaan masyarakat Bontang untuk kelas ekonomi tertentu memang menyiapkan budget yang cukup fantastis untuk membagikan ribuan angpao dengan nominal yang lumayan pada anak anak kecil komplek kami (biasanya yang datang ke rumah saya keluarga muda dengan anak anak mereka yang kecil kecil) adek adek kecil inilah yang berhak menerima angpao dari kami. ya kadang The Borneo's (anak kantor saya) juga iseng iseng kalau datang ke rumah ikutan minta angpao dan kalau saya juga sama isengnya saya kasih mereka angpao dengan packaging yang sama seperti angpao untuk adek adek kecil.



yang menyedihkan adalah karena perumahan saya dipandang perumahan elite di Bontang, dan seluruh tetangga saya juga menyiapkan angpao maka banyak sekali anak anak kecil nggak jelas rumahnya dimana di drop untuk keliling di perumahan kami. sebenarnya sangat gampang membedakan mana anak luar mana anak perumahan saya dari tampilan dan tingkah lakunya, namun fenomena para pemburu angpao ini meresahkan masyakarat perumahan saya, karena mereka sangat tidak sopan dengan nyelonong masuk ke rumah kami padahal kami lagi banyak tamu, kenal juga enggak. mau diajak ngomong juga bahas apa, kalau nggak dibahas takutnya nggak enak sama tamu yang lain kok kayak kayak kita ini nggak ramah.

mereka juga seringkali masuk ke rumah sambil berteriak. ASSALAMUALAIKUM, SILATURAHMI lalu langsung duduk dan mengambil makanan tanpa dipersilahkan, banyak dari mereka yang membawa tas untuk memasukkan jajanan premium khas lebaran, setelah duduk duduk mereka mulai menunggu untuk diberi angpao. kalau sudah dikasih mereka akan langsung lari keluar rumah dan amplop angpao nya dibuang di halaman atau DI DEPAN MATA SAYA -____- trus di depan rumah mereka akan teriak ke rombongan pemburu angpao lain kalau di rumah ini (rumah saya) mereka dapat uang sekian. trus rombongan sana nyahut, kalau di rumah itu (nunjuk rumah tetangga saya) ungnya sekian. kalau mereka udah duduk di rumah sama dan didiemin sama orang rumah dan nggak ada tanda tanda bakal dikasih angpao (karena saya suka moody ngasih angpao ke anak anak nggak jelas ini) mereka akan saling kode ke teman teman nya dan langsung nyelonong keluar rumah, di jalan depan rumah mereka akan misuh misuh dan teriak teriak ke komplotan lain kalau di rumah yang ini (rumah saya) mereka nggak dapat uang. di akhir hari mereka dijemput oleh mobil yang sama yang mengantar mereka pagi itu untuk diantar pulang ke rumahnya masih masing. saya nggak yakin kalau si supir mobil ini nggak dapat komisi dari penghasilan anak anak kecil ini muterin komplek saya.

silaturahmi yang mendekatkan sekaligus merekatkan. anak kantor saya dan kantor kantor dibawah naungan Borneo Group wajib hukumnya ke rumah saya pas lebaran. namun tetangga tetangga saya yang anaknya sama seperti saya (menghabiskan waktunya dalam setahun lebih banyak di kota lain daripada di Bontang) momen lebaran menjadi ajang temu kangen sama tetangga tetangga jenis ini yang kadang setahun aja belum tentu sekali ketemu. banyak bercerita tentang kabar, kegiatan sehari hari membuat suasana lebaran di Bontang menjadi semarak.



jadi apa saja kebiasaan lebaran di keluarga kamu ? share yah di komentar :)





Bontang, 22 Juli 2015





Rifa Akhsan, anak pertama keluarga Akhsan

Comments

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...