Skip to main content

Kayu Tangi Art, Ketika Limbah Menjadi Bernilai Ditangan Sang Brilian


kalau menurut orang teknik sipil, dalam unsur konstruksi kayu, haram hukumnya kondisi kayu cacat. cacat salah satunya disebabkan oleh adanya unsur mahkluk hidup dari kayu tersebut.

lain teknik sipil, lain produk desain. jurusan yang mempelajari bagaimana membuat furniture dan produk produk desain cetar membahana di masa kini dan masa depan ini justru melihat kayu kayu dengan sentuhan makhluk hidup menjadi sebuah karya seni dengan value tinggi dan berkelas.

Kayu Tangi Art contohnya, galeri seni yang memproduksi semua produknya secara mandiri ini memandang bahwa kayu yang memiliki sentuhan mahkluk hidup bisa diolah menjadi sesuatu yang berbeda karena "jejak" makhluk hidup ini meninggalkan sebuah pola unik yang "menjual"

Kayu Tangi adalah nama daerah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. desa kayu tangi ini lebih dikenal sebagai kampungnya para mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, kampus abah saya kuliah teknik sipil jaman purbakala dulu.. daerah ini dinamakan Kayu tangi karena banyaknya rumah dengan konstruksi kayu dibangun dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kayu Tangi dalam bahasa jawa berarti kayu yang bangun, tangi berarti bangun.

saya rasa dua arti "Kayu Tangi" dalam dua bahasa yang berbeda ini seakan menjadi doa untuk kesuksesan galeri seni ini.

daerah Banjar, Kalimantan Selatan memiliki kontur rata dengan sungai berkelok dimana mana, masyarakat suku Banjar pun hidup di sepanjang aliran sungai ini, maka tidak heran bila kamu berkesempatan jalan jalan ke kampung nini saya Banjar mudah sekali menemukan "batang" dan jembatan gantung kayu yang membentang diatas sungai.

kontruksi rumah masyarakat suku Banjar selalu menggunakan konstruksi kayu, utamanya kayu ulin karena kokoh dan kekuatannya yang mengalahkan besi. namun mereka juga menggunakan kayu kayu lain seperti meranti, bengkirai, dll untuk beberapa item pekerjaan "arsitektur" dalam rumah mereka.

kembali tentang cerita saya mengenai konstruksi kayu, di kalimantan dan beberapa daerah rawa lainnya di Indonesia, ada yang dinamakan kayu limbah. kayu limbah artinya adalah kayu yang tidak memenuhi persyaratan untuk dijadikan material konstruksi. kayu kayu ini kemudian "dibuang" ke sungai dan terendam dalam air untuk waktu yang lama.


sungai adalah habitat bagi banyak mahkluk hidup, begitupun dengan sungai sungai di daerah tempat dimana saya dilahirkan ini. disana banyak mahkluk hidup yang hidup secara berdampingan, mulai dari pohon Klua yang selalu menjulurkan dahannya ke sungai sampai udang sungai yang hidup dalam lumpur dasar sungai.

diantara para mahkluk hidup tersebut ada spesies cacing yang hobby nya makan kayu kayu limbah ini, kami orang banjar menyebutnya sebagai cacing kapang. entah apa sebutan versi bahasa Indonesia yang sudah disempurnakan.

kayu ini memakan kayu limbah mulai dari bagian luar terus masuk sampai ke dalam, setelah kenyang dia akan keluar melalui lubang "jalan" yang sudah dia bangun. ketika dia ingin makan lagi, dia akan membuat lubang baru, begitu seterusnya. cacing kapang cara makannya nggak serakah macam rayap yang bisa membuat kayu yang begitu kokoh menjadi butiran debu karena hobby makannya. cacing kapang hobby makannya membumi dan beretika. sehingga kalau dilihat kayu kayu limbah santapan cacing kapang ini, kayunya tetap utuh tapi ada lubangnya dimana mana.


lubang lubang warisan cacing kapang inilah yang membuat seorang brilian seperti founder Kayu Tangi Art ini takjub dan melihat sebuah mahakarya baru dalam perspektif seni ala orang orang desain produk. bukan ala manusia teknik sipil yang langsung tanpa ragu membuangnya begitu melihat satu saja lubang.

perlu ketekunan dan metode pelaksanaan yang tepat dan efektif untuk "men-tangi-kan" si kayu kayu yang sudah disia siakan oleh bocah bocah teknik sipil ini. mulai dari proses pengangkatan dari sungai, kemudian dipotong, dibersihkan, dikeringkan, sampai akhirnya dipoles dengan bantuan teknologi tinggi menjadi sebuah produk desain baru yang berkelas dan bercita rasa seni tinggi.

kayu kayunya pun bukan kayu kemarin sore yang dibuang oleh warga teknik sipil, tapi kayu yang sudah merupakan kayu lama, artinya kayu ini sudah terendam dalam air sungai dalam waktu yang cukup lama. ini penting untuk mendapatkan motif ukiran indah dari cacing kapang secara sempurna.


sekedar informasi, cacing kapang ini tidak berbisa, tidak menggigit manusia, dan tidak berbahaya. sehingga dalam proses "men-tangi-kan" kayu ini para pekerja dijamin keamanannya dalam mengolah bahan ini untuk siap dipoles.

bahan baku kayu yang didapat secara gratis dan tidak menyalahi aturan ini diolah menjadi berbagai produk desain artistik berbagai ukuran dan harga, tentu dibutuhkan skill carpenter yang sangat tinggi, utamanya untuk jenis produk dengan daya ukir yang sulit dan rumit.

saat ini Kayu Tangi Art masih belum memiliki kompetitor untuk produk berbahan baku kayu limbah yang juga disia siakan oleh cacing kapang kalau dia sudah bosan dan mendapat kayu yang baru. karena langkah pionirnya ini Kayu Tangi Art masuk dalam jajaran pemain besar bidang industri kreatif tingkat nasional dan sering melakukan kerjasama dengan kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (entah kalau sekarang kemenparekraf ini dimerger dengan kementerian mana).


ketika saya dihadiahi oleh sang founder berupa agenda kerja dengan sampul dan jilidan dari kayu serta benang yang seperti serat akar (saking kerennya sampe nggak berani saya pake agendanya) satu kalimat yang muncul di benak saya, produk ini menggunakan teknologi modern, tapi tidak sedikitpun memudarkan pesona keaslian kayu ini.


bahan baku kayu ini hanya bisa anda temukan di sungai pada daerah rawa di Kalimantan, Sumatera, Maluku, dan Papua. cukup menjelaskan bahwa Indonesia tidak cukup hanya bisa berbangga diri dengan ukiran kayu Jepara.

kini kayu tangi art juga memberdayakan masyarakat dalam ekspansi bisnisnya membuat handmade handicraft seperti craft dari batu batuan dan kain flanel.


Kayu Tangi Art adalah contoh nyata bahwa selalu ada peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk maju dan berkembang. yang dibutuhkan hanya : kecerdasan, ketelatenan, dan jati diri.


galeri seni Kayu Tangi Art beralamat di Mall Kota Kasablanka Unit D10 lantai LG samping supermarket asal Perancis yang kini sah menjadi milik bapak Chairul Tanjung.

untuk workshopnya, mereka bertempat di Jalan Dr Saharjo No 62 A Jakarta Selatan.



Bontang, 26 Juli 2015





Rifa Akhsan
















Comments

  1. liat gambar yg pertama, saya malah geli ngebayangin cacingnya :D tp yg lainnya bagus2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya aja nggak pernah liat cacingnya bentuknya kaya apa...

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...