Skip to main content

Hallo Malang :)

surabaya masih gelap, kumandang adzan mengiringi keberangkatan saya dari Surabaya menuju malang.

"mari mbak"

sapa security perumahan saya dengan wajah ngantuk, maklum sudah semalaman beliau begadang menjaga keamanan perumahan saya dan sebentar lagi shiftnya selesai.

dingin, sepi, namun tidak mencekam adalah keadaan yang menemani saya selama perjalanan.

saya ke malang untuk bahagia, untuk bersyukur, dan untuk belajar bagaimana tuhan sudah begitu baik pada saya.

bahagia rasanya bisa keluar dari hal hal yang menyesakkan, kalau kata paman guru. jangan biarkan gelembung masalah mengurungmu, tapi upayakan untuk masalah bisa berada di bawah kendalimu.

dan disinilah saya, sebuah kabupaten yang berada di daerah pegunungan.

pagi saya langsung blusukan ke kampung kampung, ngapain ? cari sawah ! karena saya suka filosofi sawah. sawah selalu bisa menyesuaikan diri dengan musim, selalu bisa berdamai dengan keadaan, baik keadaan tanah, air, pupuk, bibit maupun petani. sawah dengan padinya selalu mengingatkan diatas langit memang masih ada langit, tapi kita menjejak bumi. bukan di langit.



karena sawah, selalu menyadarkan bahwa kita bukan siapa siapa.

kawasan perkampungan dan persawahan Singosari rekomendasi dari @bubukmilo bukanlah daerah wisata, apalagi desa wisata. ketika saya googling "sawah di malang" tidak ada satupun review tentang hamparan persawahan hijau bagai karpet yang bisa dinikmati rombongan jenuh perkotaan seperti saya.

asli nya malang sangat terlihat di desa tumapel ini, rumah rumah sederhana berhalaman luas, masyarakat yang sudah sibuk dengan lumpur dan peluh sambil membungkuk menata padi padi siap tanam.

"lhoo kok difoto mbak, nek difoto ngunu aku kelambian sing apik"

(lho kok difoto mbak, kalau difoto seperti itu saya memakai baju yang bagus" sapa mereka. saya hanya tersenyum, saya hanya mengambil foto landscape harmonisasi terasering berlatarkan hutan dan langit biru pak....



perjalanan menyusuri sekalian mencari spot foto bagus berlanjut, kali ini di jalan sepi dengan kali dan sawah di samping kanan.

"sampean lapo mbak..." seru mas mas dengan mengendarai sepeda motor melewati saya dan Rusma.



kami memang anak kota yang kampungan, seneng nggak ketulungan foto foto di sawah yang menjadi pemandangan sehari hari masyarakat desa tumapel.

hidup memang penuh harmoni, sawah dan desa memang menenangkan dan menyenangkan. tapi kalau kelamaan, saya nggak bakal jadi apa apa. mungkin mereka yang bahagia hidup dengan prinsi "gini aja udah enak dan cukup kok" bisa. tapi saya yang ambisius tidak bisa terlalu dinyamankan dengan sesuatu yang menenangkan dan menyenangkan.



desa dan kota, mereka harus seimbang, tidak ada yang lebih baik dari yang lain.

desa tanpa kota, hidup tanpa motivasi dan ambisi. kota tanpa desa, hidup tanpa rendah hati dan rasa syukur.


tujuan saya ke malang ada 3 : ketemu rombongan twitter #Memetwit, Sawah, dan Malang Kota Lama.

yak kelar sama sawah saya dan Rusma pindah spot ke ijen boulevard


berbeda dengan Surabaya Lama yang kota tua nya bergaya arsitektur indische, Malang Kota Lama kota tuanya berga arsitektur neo gothic sehingga menurut saya mereka lebih eksotis.


kelar dari ijen boulevard, disinilah saya. numpang charge iphone + power bank, numpang wifi plus pinjam laptop buat nulis postingan ini di kontrakan Naufal, kawan SMA saya :)))



terima kasih Naufal untuk listrik, dan wifi di kontrakan kamu, dan obrolan kita. terima kasih lia untuk pinjaman laptopnya sehingga saya bisa menulis dan bahagia.

terima kasih tuhan, untuk kebahagiaan saya sampai detik ini.




Malang, 16 April 2016



Faizah Akhsan

Comments

  1. 'Cuma' ke sawah kog bisa bikin tulisan kontemplatif begini, yak... apik sekali. Dua jempol, mbak! Mau empat jempol, yg duanya dipake ngetik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih banyak sudah mau berkunjung :))

      Delete
  2. Malang memang adem hehe.. bagus tulisannya mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...